BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Anak usia dini menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, ialah anak sejak lahir sampai usia
enam tahun. Sementara itu, Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini menyatakan
bahwa rentangan usia anak usia dini. Pendidikan anak usia dini mengacu pada
pendidikan yang diberikan kepada anak usia 0 – 6 tahun atau sampai dengan 8
tahun. Sebenarnya, sejak anak masih ada dalam kandungan, pendidikan secara
tidak langsung sudah diberikan oleh ibunya antara lain berwujud pembiasaan,
kedisiplinan, kebersihan, keteraturan, kesehatan, gizi, ketenangan serta
kesabaran. Kecerdasan intelektual anak sudah 80% berkembang sampai anak usia 8
tahun.
Salah satu tujuan pendidikan kita adalah
mengoptimalkan kemampuan anak dan membantu mengembangkan kemampuan yang
sempurna secara fisik, intelektual dan emosional. Dalam mengoptimalkan
kemampuan pada anak tidak terlepas dari panduan guru. Peran guru yang
diharapkan adalah guru yang mampu membangun pengetahuan anak dengan memberikan
kesempatan yang seluas-luasnya pada anak untuk bereksplorasi, sehingga anak
mampu membangun pengetahuan dari apa yang dilakukan. Guru sebagai salah satu
lingkungan yang dapat menunjang kreativitas berperan sebagai model,
fasilitator, mediator dan inspiratory bagi anak dalam usaha memunculkan
perilaku kreatif. Untuk itu guru harus memiliki tanggung jawab dan mampu
menyediakan program-program yang menantang anak untuk bereksplorasi.
Kegiatan pembelajaran dengan berbagai peran guru
seperti yang disebutkan diatas dalam kenyataan sering kali terjadi
hambatan-hambatan baik yang dating dari pihak guru maupun anak, yang secara
tidak langsung mempengaruhi suasana pembelajaran. Salah satu hambatan yang
sering kali muncul adalah ketika guru harus menyediakan media yang sesuai
dengan kegiatan yang akan dilakukan.
Membaca dan mengenal kata, dengan media yang menarik
anak akan mengamati tentang persamaan dan perbedaan bentuk dan pengucapannya.
Pengenalan huruf dan kata yang membantu anak dalam menghafal dan mengerti satu
persatu huruf dan membaca. Untuk itu diperlukan penggunaan media membaca yang
tepat.
Ketika peneliti memberikan kegiatan membaca permulaan
dan pengenalan kata dengan membaca klasikal hasilnya belum maksimal, yang
ditandai dengan masih sedikit anak yang mau membaca, dari hasil observasi
terhadap 28 siswa, hanya 10 anak yang mampu membaca.
Kenyataan yang ada sekarang guru di PAUD KB ASRI
LESTARI masih menggunakan papan tulis biasa dan buku biasa untuk mengajari
membaca sehingga anak kurang bersemangat untuk mengikuti kegiatan yang
disampaikan, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap hasil belajar anak yang
tidak sesuai harapan guru.
Melihat hasil pembelajaran yang jauh dari indicator
yang telah diterapkan peneliti kemudian mengidentifikasi masalah, sebagai
berikut :
a. Dalam
kegiatan membaca, guru hanya menggunakan dengan Big Book yang tak berwarna dan
klasikal.
b. Anak
kurang minat dengan kegiatan yang diberikan.
c. Kurangnya
kemampuan anak dalam menghafal / memahami huruf.
d. Anak
tidak menyelesaikan tugas.
Dari keempat masalah yang teridentifikasi, masalah
yang akan dipecahkan adalah :
a. Penggunaan
metode secara variasi dalam pembelajaran membaca.
b. Kurangnya
alat peraga dalam pembelajaran pengenalan kata dan membaca.
c. Guru
belum memakai alat peraga yang dapat menarik minat anak.
B. Rumusan
Masalah
Berdasarkan masalah yang sudah teridentifikasi
permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut :
-
Bagaimana mengoptimalkan konsep Big Book sebagai
upaya untuk meningkatkan minat anak dalam membaca dan pengenalan kata.
-
Bagaimana mengoptimalkan alat peraga berupa Big
Book warna sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan anak dalam kegiatan
membaca.
C. Tujuan
Perbaikan
1. Tujuan
Khusus
a. Meningkatkan
minat anak terhadap kegiatan membaca.
b. Meningkatkan
kemampuan anak terhadap kegiatan membaca.
2. Tujuan
Umum
Untuk memenuhi tugas akhir mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional
(PKP) pada program S1 PG PAUD.
D. Manfaat
Perbaikan
Perbaikan ini dharapkan bermanfaat bagi :
1. Guru
PAUD
-
Dapat membantu guru menjadikan kegiatan
pembelajaran sebagai sesuatu yang dinamis, menarik dan menantang.
-
Mendorong guru agar lebih kreatif dalam
menciptakan berbagai media dan kegiatan yang sesuai dengan situasi dan
kebutuhan.
2. Anak
PAUD
Bagi anak PAUD Penelitian ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan minat
dan kemampuan anak terhadap kegiatan menjadi senang dan kreatif.
3. Sekolah
Bagi sekolah penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan oleh guru dapat
meningkatkan kepercayaan terhadap sekolah, sehingga dapat berakibat pada
meningkatnya jumlah orang tua yang mendaftarkan anaknya di sekolah yang
bersangkutan.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian
Teori
Raines dan Canad (1990) berpendapat bahwa proses
membaca bukanlah kegiatan menerjemahkan kata demi kata untuk memahami arti yang
terdapat dalam membaca. Guru yang memahami konsep whole language akan memandang
bahwa kegiatan membaca merupakan suatu proses mengonstruksi arti dimana
terdapat interaksi antara tulisan yang dibaca anak dengan pengalaman yang
diperolehnya. Tahap pertama dalam membaca adalah dengan melihat tulisan dan memprediksi
artinya. Tahap kedua adalah memastikan arti tulisan yang diprediksi sebelumnya
sehingga diperoleh keputusan untuk melanjutkan bacaan berikutnya meskipun
terdapat kemungkinan kesalahan dalam memprediksi. Tahap ketiga adalah
mengintegrasikan informasi baru dengan pengalaman sebelumnya. Dengan demikian,
pemahaman tentang bacaan dapat diperoleh setelah anak membaca seluruh teks.
Tingkat pemahaman anak dalam membaca sangat dipengaruhi oleh kualitas prediksi,
contoh tulisan dan pengetahuan anak.
Berdasarkan beberapa penelitian (Goodman, Harse et al,
smith, Taylor, Teale and Sulzby, dalam Raines dan Canad, 1990), perkembangan
membaca awal merupakan proses interaktif dimana anak adalah peserta aktif.
Perkembangan membaca anak berlangsung dalam beberapa tahapan sebagai
berikut :
1. Tahap
Fantasi (Magical Stage). Pada tahap ini anak mulai belajar menggunakan buku,
melihat dan membalik lembaran buku ataupun membawa buku kesukaannya.
2. Tahap
Pembentukan Konsep Diri (Self Concept Stage). Pada tahap ini anak mulai memandang
dirinya sebagai “pembaca” dimana terlihat keterlibatan anak dalam kegiatan
membaca, berpura-pura membaca buku, memaknai gambar berdasarkan pengalaman yang
diperoleh sebelumnya dan menggunakan bahasa buku yang tidak sesuai dengan
tulisan.
3. Tahap
membaca gambar (Bridging Reading Stage). Pada tahap ini pada diri anak mulai
tumbuh kesadaran akan tulisan dalam buku dan menemukan kata yang pernah ditemui
sebelumnya, dapat mengungkapkan kata-kata yang bermakna dan berhubungan dengan
dirinya, sudah mengenal tulisan kata-kata puisi, lagu dan sudah mengenal abjad.
4. Tahap
pengenalan bacaan (Take off Readet Stage). Anak mulai menggunakan tiga system
isyarat (graphoponik, semantic dan sintaksis). Anak mulai tertarik pada bacaan,
dapat mengingat tulisan dalam konteks tertentu, berusaha mengenal tanda-tanda
pada lingkungan, serta membaca berbagai tanda seperti pada papan iklan, kotak
susu, pasta gigi, dan lainnya.
5. Tahap
membaca lancar (Independent Reader Stage). Pada tahap ini anak dapat membaca
berbagai jenis buku.
Durkin (1966 ; 1966) telah mengadakan penelitian
tentang pengaruh membaca dini pada anak-anak. Dia menyimpulkan bahwa tidak ada
efek negative pada anak-anak dari membaca dini. Anak-anak yang telah diajar
membaca sebelum masuk SD pada umumnya lebih maju di sekolah dari anak-anak yang
belum pernah memperoleh membaca dini.
Ahli lain yaitu Steinberg telah berhasil dalam eksperimennya tentang
mengajar membaca dini untuk anak-anak berusia antara 1-4 tahun. Dia juga
menemukan bahwa anak-anak yang telah mendapat pelajaran membaca dini pada
umumnya lebih maju di sekolah.
Steinberg (1982 ; 214-215) mengemukakan bahwa
setidaknya ada empat keuntungan mengajar anak membaca dini dilihat dari segi
proses belajar mengajar :
1. Belajar
membaca dini memenuhi rasa ingin tahu anak.
2. Situasi
akrab dan informal dirumah dan di KB atau TK merupakan factor yang kondusif
bagi anak untuk belajar.
3. Anak-anak
yang berusia dini pada umumnya perasa dan mudah terkesan, serta dapat diatur.
4. Anak-anak
yang berusia dini dapat mempelajari sesuatu dengan mudah dan cepat.
Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Leon hardt
(1999 : 14) membaca sangat penting bagi anak. Anak-anak yang gemar membaca akan
mempunyai rasa kebahasaan yang lebih tinggi. Mereka akan berbicara, menulis dan
memahami gagasan-gagasan rumit secara lebih baik. Kegemaran membaca harus
dikembangkan sejak dini.
Pendapat Montessori dan Hainstock mengemukakan bahwa pada usia 4-5 tahun
anak sudah bias diajarkan membaca dan menulis. Bahkan membaca dan menulis
merupakan permainan yang menyenangkan bagi anak usia dini. Hal ini diperkuat
oleh Tom dan Harriet Sobol bahwa anak yang sudah memiliki kesiapan membaca di
TK akan lebih percaya diri dan penuh kegembiraan (2003 : 26).
1) Pengertian
Membaca
Membaca merupakan keterampilan bahasa tulis yang bersifat
reseptif. Kemampuan membaca termasuk kegiatan yang komplekas dan melibatkan
berbagai keterampilan. Jadi, kegiatan membaca merupakan suatu kesatuan kegiatan
yang terpadu yang mencakup beberapa kegiatan seperti mengenali huruf dan
kata-kata, menghubungkannya dengan bunyi, maknanya serta menarik kesimpulan
mengenai maskud bacaan. Anderson dkk (1985) memandang membaca sebagai suatu
proses untuk memahami makna suatu tulisan. Proses yang dialami dalam membaca
adalah berupa penyajian kembali dan penafsiran suatu kegiatan dimulai dari
mengenali huruf, kata, ungkapan, frase, kalimat, dan wacana serta
menghubungkannya dengan bunyi dan maknanya. Bahkan lebih jauh dari itu dalam
kegiatan membaca. Pembaca menghubungkannya dengan maksud penulis berdasarkan
pengalamannya.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan
membaca terkait dengan (1) pengenalan huruf atau aksara (2) bunyi dari huruf
atau rangkain huruf-huruf, dan (3) makna atau maksud, dan (4) pemahaman
terhadap makna atau maksud berdasarkan konteks wacana.
Adapun menurut Hari (1970 : 3) membaca merupakan
interpretasi yang bermakna dari symbol verbal yang tertulis / tercetak. Membaca
adalah tindakan menyesuaikan arti kata dengan symbol-simbol verbal yang
tertulis / tercetak. Sejalan dengan itu Kridalaksana (1993 : 13) juga
mengemukakan bahwa membaca adalah “Ketrampilan mengenal dan memahami tulisan
dalam bentuk urutan lambing-lambang grafis dan perubahannya menjadi wicara
bermakna dalam bentuk pemahaman diam-diam atau pengujaran keras-keras”.
Kegiatan membaca dapat bersuara, dapat pula tidak bersuara. Jadi, membaca pada
hakikatnya adalah kegiatan fisik dan mental untuk menemukan makna dari tulisan.
2) Pentingnya
Kemampuan Membaca
Seperti dijelaskan pada pendahuluan, kemampuan membaca
sangat penting dimiliki anak. Mary Leonhardt (1999 : 27) menyatakan ada
beberapa alas an mengapa kita perlu menumbuhkan cinta membaca pada anak.
Alasan-alasan tersebut adalah :
1. Anak
yang senang membaca akan membaca dengan baik, sebagian besar waktunya digunakan
untuk membaca.
2. Anak-anak
yang gemar membaca akan mempunyai rasa kebahasaan yang lebih tinggi. Mereka
akan berbicara, menulis, dan memahami gagasan-gagasan rumit secara lebih mudah.
3. Membaca
akan memberikan wawasan yang lebih luas dalam segala hal dan membuat belajar
lebih mudah.
4. Kegemaran
membaca akan memberikan beragam perspektif kepala anak.
5. Membaca
dapat membantu anak-anak untuk memiliki rasa kasih saying.
6. Anak-anak
ynag gemar membaca dihadapkan pada suatu dunia yang penuh dengan kemungkinan
dan kesempatan.
7. Anak-anak
yang gemar membaca akan mampu mengembangkan pola berfikir kreatif dalam diri
mereka.
3) Tujuan
Membaca
Tujuan membaca memang sangat beragam, bergantung pada
situasi dan berbagai kondisi pembaca. Secara umum tujuan ini dapat dibedakan
sebagai berikut :
1. Salah
satu tujuan membaca ialah untuk mendapatkan informasi. Informasi yang dimaksud
disini mencakup informasi tentang fakta dan kejadian sehari-hari sampai
informasi tingkat tinggi tentang teori-teori serta penemuan dan temuan ilmiah
canggih. Tujuan ini mungkin berkaitan dengan keinginan pembaca untuk
mengembangkan diri.
2. Ada
orang-orang tertentu yang membaca dengan tujuan agar citra dirinya meningkat.
Mereka ini mungkin membaca karya para penulis kenamaan, bukan karena berminat
terhadap karya tersebut melainkan agar orang memberikan nilai positif terhadap
diri mereka. Tentu saja kegiatan membaca bagi orang-orang semacam itu sama
sekali tidak merupakan kebiasaannya, tetapi hanya dilakukan sekali-kali didepan
orang lain.
3. Ada
kalanya orang membaca untuk melepaskan diri dari kenyataan, misalnya pada saat
ia merasa jenuh, sedih, bahkan putus asa. Dalam hal ini membaca dapat merupakan
submilasi atau penyaluran yang positif apalagi jika bacaan yang dipilihnya
adalah bacaan yang bermanfaat yang sesuai dengan situasi yang sedang
dihadapinya.
4. Mungkin
juga orang membaca untuk tujuan rekreatif, untuk mendapatkan kesenangan atau
hiburan, seperti halnya menonton film atau bertamasya. Bacaan yang dipilih
untuk tujuan ini ialah bacaan-bacaan ringan atau jenis bacaan yang disukainya, misalnya
cerita tentang cinta, detektif, petualangan dan sebagainya.
5. Kemingkinan
lain, orang membaca tanpa tujuan apa-apa, hanya karena iseng, tidak tahu apa
yang akan dilakukan , jadi hanya sekedar untuk mengisi waktu. Dalam situasi
iseng itu, orang tidak memilih atau menentukan bacaan, apa saja dibaca ; iklan,
cerita pendek, berita keluarga, lelucon, dan sebagainya. Kegiatan membaca
seperti ini tentu lebih baik dilakukan dari pada pekerjaan iseng yang merusak
atau bersifat negative.
6. Tujuan
membaca yang tinggi ialah mencari nilai-nilai keindahan atau pengalaman estetis
dan nilai-nilai kehidupan lainnya. Dalam hal ini bacaan yang dipilih ialah
karya bernilai sastra.
4) Tahap-tahap
Perkembangan Membaca
Kemampuan membaca pada anak berkembang dalam beberapa
tahap. Menurut Cochrane Efal sebagaimana dikutip Brewer (1992 : 260)
perkembangan dasar kemampuan membaca pada anak usia (4-6 tahun) berlangsung
dalam lima tahap, yakni : (1) tahap fantasi (magical strage), (2) tahap
pembentukan konsep diri (self concept strage), (3) tahap membaca gemar
(brigging reading strage), (4) tahap pengenalan bacaan (sake off reader
strage), dan (5) tahap membaca lancar (independent reader strage).
5) Kemampuan-kemampuan
Kesiapan membaca
Sebelum mengajarkan membaca pada anak, dasar-dasar kemampuan
membaca atau kesiapan membaca perlu dikuasai oleh anak terlebih dahulu.
Dasar-dasar kemampuan membaca ini diperlukan agar anak berhasil dalam membaca
maupun menulis. Seperti dikemukakan oleh Miler bahwa sebelum anak diajarkan
membaca perlu diketahui terlebih dahulu kesiapan membaca anak. Hal ini
bertujuan agar kita dapat mengetahui apakah anak sudah siap diajarkan membaca.
Disamping itu juga bertujuan agar dapat diketahui kemampuan kesiapan membaca
khususnya apa yang sebaiknya diajarkan atau dikuatkan pada anak (1977 : 23).
Adapun kemampuan-kemampuan kesiapan membaca yang akan dikembangkan itu adalah
sebagai berikut.
1. Kemampuan
Membedakan Audtorial
Anak-anak harus belajar untuk memahami suara-suara
umum dilingkungan mereka dan membedakan diantara suara-suara tersebut. Mereka
harus memahami konsep volume, lompatan, petunjuk, durasi, rangkaian, tekanan
tempo, pengulangan, dan kontras (suara) membedakan suara-suara huruf dalam
alphabet ditaman kanak-kanak, terutama suara-suara yang dihasilkan oleh konsonan
awal dalam kata.
2. Kemampuan
Diskriminasi Visual.
3. Kemampuan
(membuat) Hubungan Suara – Simbol.
4. Kemampuan
Perseptual Motoris.
5. Kemampuan
Bahasa Lisan.
6. Membangun
Sebuah Latar Belakang Pengalaman.
7. Interpretasi
Gambar.
8. Progresi
dari Kiri ke Kanan.
9. Kemampuan
Merangkai.
10. Penggunaan
Bahasa Mulut.
11. Pengenalan
Melihat Kata.
12. Lateralisasi.
13. Koordinasi
Gerak.
6) Faktor-faktor
yang Mempengaruhi Kemampuan Membaca
Kemampuan membaca seperti juga kemampuan menulis
merupakan kegiatan yang kompleks, artinya banyak segi dan banyak faktor yang
mempengaruhinya. Anderson (1990 : 34) mengemukakan faktor motivasi, lingkungan,
keluarga dan guru sebagai factor yang sangat berpengaruh.
Pendapat yang senada juga dikemukakan oleh Tampubolon (1990 : 90-91)
bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca dan menulis terbagi
atas dua bagian, yaitu faktor endogen dan eksogen.
Faktor endogen adalah faktor-faktor perkembangan baik bersifat biologis,
maupun psikologis dan linguistic yang timbul dari diri anak, sedangkan eksogen
adalah faktor lingkungan. Kedua faktor ini saling terkait, dengan kata lain
bahwa kemampuan membaca dan menulis dipengaruhi secara bersama. Lebih rinci
akan diuraikan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca.
Faktor-faktor tersebut adalah :
1. Motivasi
Faktor motivasi akan menjadi pendorong semangat anak untuk membaca.
Motivasi merupakan faktor yang cukup besar pengaruhnya terhadap kemampuan
membaca dalam situasi untuk membaca dapat dibedakan berdasarkan sumbernya.
2. Lingkungan
Keluarga
Marrew (1993) berpendapat berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya
bahwa pembaca dini (yang telah pandai membaca sebelum masuk sekolah) berasal
dari keluarga yang berbudaya tuli. Dalam keluarga seperti itu orang tua atau
yang lebih besar berperan sebagai modal perilaku budaya tuli, sehingga sejak
kecil anak telah terlihat dalam kegiatan baca tulis.
Leonhardt mengemukakan bahwa anak sangat memerlukan keteladanan dalam
membaca.
Menurut Leichter (1984) perkembangan kemampuan membaca dan menulis
dipengaruhi oleh keluarga dalam hal :
a. Interaksi
personal, pengalaman baca tulis bersama orang tua, saudara, anggota keluarga
lain di rumah.
b. Lingkungan
Fisik
Lingkungan fisik mencakup bahan-bahan bacaan dirumah.
c. Suasana
yang penuh perasaan (emosional) dan memberikan dorongan (motivasional) yang
cukup hubungan antara individu dirumah, terutama yang tercermin pada sikap
membaca.
3. Bahan
Bacaan
Minat baca serta kemampuan membaca seseorang juga dipengaruhi oleh bahan
bacaan. Bahan bacaan yang terlalu sulit untuk seseorang dapat mematikan selera
untuk membaca. Sehubungan dengan bahan bacaan ini ada beberapa faktor yang
perlu diperhatikan yaitu topic atau isi bacaan dan keterbacaan bahan Bromley
(1990) menyatakan bahwa bacaan anak-anak adalah bahan kritis dan media dalam
mengajar komunikasi secara efektif.
7) Proses
Membaca
Sabarti mengemukakan bahwa agar pengembangan membaca
dapat dilakukan secara konseptual, perlu diperhatikan beberapa butir teori yang
berkaitan dengan perolehan kemampuan membaca. Adapun teori-teori tersebut
dikemukakan oleh Morrow (1993) sebagai berikut :
1. Membaca
dipelajari melalui interaksi dan kolaborasi social artinya dalam proses
pembelajaran membaca dan menulis situasi kelompok kecil memegang peranan
penting.
2. Anak
belajar membaca sebagai hasil pengalaman kehidupan.
3. Anak
mempelajari keterampilan membaca bila mereka melihat tujuan dan kebutuhan
proses membaca.
4. Membaca
dipelajari melalui pembelajaran keterampilan langsung.
5. Holdoway
(1986) menyatakan ada empat proses yang memungkinkan anak mempelajari kemampuan
membaca. Pertama, pengamatan terhadap perilaku membaca, yaitu dengan dibacakan
atau melihat orang dewasa membaca. Kedua, kolaborasi yaitu menjalin kerja sama
dengan individu yang memberikan dorongan motivasi dan bantuan bila diperlukan.
Ketiga, proses yaitu anak mencobakan sendiri apa yang sudah dipelajarinya.
Keempat, unjuk kerja yaitu dengan berbagai apa yang sudah dipelajari dan
mencari pengakuan dari orang dewasa.
6. Kemampuan
membaca melalui beberapa tahap. Tetapi setiap anak memiliki laju pencapaian
tertulisnya sendiri
Mezon dan Morrow juga mengemukakan bahwa ada tiga rangkaian perilaku
membaca yang berkembang secara terpisah yaitu perhatian terhadap fungsi bentuk
dan konvensi cetakan. Kemudian Goodman (1984) dan Smith (1971) juga
menyimpulkan bahwa pengenalan anak tentang fungsi cetakan (huruf) merupakan
langkah pertama dalam proses membaca. Tahap kedua anak lebih memperhatikan
bentuk cetakan secara lebih rinci. Selanjutnya pada tahap ketiga anak menyadari
adanya konvensi bahwa tulisan dibaca dari kiri ke kanan, tanda baca digunakan
dengan suatu maksud, jarak dipakai untuk memisahkan kata atau huruf dan
seterusnya (Morrow, 1993).
8) Tingkat-tingkat
Perkembangan Membaca Anak
Perkembangan membaca abak dapat dibagi menjadi empat
tingkatan dan setiap tingkatan memiliki cirinya masing-masing. Keempat
tingkatan membaca tersebut adalah sebagai berikut.
1. Beginning
Reader (pembaca pemula)
Ciri-ciri dari beginning reader adalah : (a) Anak belajar bagaimana
tulisan bekerja, kapan sebuah cerita atau tulisan lainnya mulai berakhir, dari
mana tulisan dimulai; (b) Anak senang melihat tulisan dan senang apabila orang
lain membacakan untuknya; (c) Anak mengerti bahwa pikiran dapat diwakili oleh
tulisan; (d) Anak menunjukan perilaku seperti membaca; (e) Anak membaca tulisan
yang diingatnya dan menggunakan gambar; (f) Anak sering kali dapat mendiktekan
tulisan yang dapat diingatnya dan membacakannya pada orang lain; dan (g) Anak
menanggapi dan mendiskusikan tulisan yang berhubungan dengan apa yang
diketahuinya atau pengalamannya.
2. Emergent
Reader (pembaca tubuh)
Ciri-ciri dari emergent reader adalah : (a) Anak belajar bahasa tulisan
adalah cara yang konsisten untuk menyatakan sebuah cerita atau informasi
lainnya; (b) Gambar menolongnya mengerti tulisan; (c) Anak mulai mencocokan
tulisan dengan ucapan dan mengamati hubungan suara dengan huruf; dan (d) Anak
mulai bereksperimen dengan membaca dan berani mencoba membaca tulisan yang
sederhana.
3. Early
Reader (pembaca awal)
Ciri-ciri early reader adalah : (a) Anak mulai percaya diri dalam
menggunakan berbagai strategi termasuk struktur, arti dan tanda visual untuk
mengidentifikasi dan memahami kata-kata dalam tulisan; (b) Anak dapat
mengadaptasi cara membacanya pada berbagai macam tulisan; (c) Anak mengenali
beberapa kata-kata, mengetahui banyak tentang membaca dan membaca
tulisan-tulisan lainnya; (d) Masa ini sangat penting untuk memastikan bahwa
kebiasaan membaca yang bermakna telah mapan pada dirinya.
4. Fluen
Reader (pembaca ahli)
Ciri-ciri fluen reader adalah : (a) Anak telah ahli dalam
mengintegrasikan berbagai tanda dalam membaca untuk memakainya; (b) Anak melihat
membaca sebagai suatu yang berguna dan otomatis; (c) Anak mempunyai kemampuan
yang besar untuk menghubungkan antara apa yang diketahuinya dengan sesuatu yang
baru; (d) Anak menghubungkan pesan dalam tulisan dengan pengalamannya untuk
memahami isinya; (e) Anak membaca berbagai tulisan dan dapat meramalkan serta
mengoreksi sendiri bacaannya untuk mendapatkan arti yang benar / sesungguhnya.
9) Rancangan
Kegiatan Pengembangan Membaca
Bromley menyatakan bahwa kita bias mempercepat /
mendorong pertumbuhan bahasa pada anak dengan menyediakan kesempatan untuk
menggunakan bahasa dan meningkatkan interaksi mereka dengan sesame dan
keterlibatan mereka antara lain dengan mengaitkan dengan hal yang dekat dengan
mereka.
Program seni berbahasa yang efektif mempunyai beberapa ciri antara lain.
1. Integrasi
Keterampilan berbahasa dapat dihubungkan, diajarkan secara bersamaan.
Mendengarkan, membaca dan menulis dapat dikembangkan bersama secara alami.
2. Buku-buku
Keterampilan berbahasa akan diajarkan lebih efektif jika buku-bukunya
berkualitas yang ditulis untuk dan tentang anak.
3. Interaksi
dan Keterlibatan
Anak belajar bahasa paling baik apabila mereka terlibat secara aktif
menggunakan dan manipulasi bahasa dalam situasi nyata dan bermakna.
4. Intruksi
Intruksi yang efektif meliputi bimbingan yang hati-hati dan penunjukan
modal yang tepat. Guru harus mengetahui apa yang mereka nilai dan harapkan dari
anak. Guru harus menunjukkan kepada anak bagaimana belajar, dan juga harus
memfasilitasi belajar untuk mengetahui apa yang harus dikerjakan.
10) Pembelajaran
Bahasa Dengan Big Book
Konsep Big Book (buku besar) diperkenalkan oleh
Holdaway (1979). Buku besar ini merupakan bagian dari pengalaman membaca buku
bersama yang memperkenalkan gangguan tulisan dalam bentuk besar untuk tahapan
membaca awal. Pendekatan pembelajaran dan bahan belajar ini dibuat berdasarkan
kepercayaan bahwa anak mempunyai pengalaman dengan tulisan sebelum ia masuk
Taman Kanak-kanak dan berdasarkan keyakinan bahwa rasa percaya diri dan
antusiasme membaca anak harus dibangkitkan pada saat belajar membaca.
Big book adalah buku gambar yang dipilih untuk
dibesarkan yang memiliki “Kualitas Khusus” (Karge, 1990) “ Kualitas Khusus”
disini maksudnya adalah sebagai berikut :
a. Sebuah
Big Book harus dapat melibatkan ketertarikan anak dengan cepat karena gambar
yang dimilikinya.
b. Mengandung
irama yang menarik bagi anak dan membuat tulisannya mudah diingat.
c. Memiliki
gambar yang besar.
d. Ada
tulisan yang diulang-ulang.
e. Memuat
kosa kata yang direncanakan dan sebagian dulang-ulang.
f. Mempunyai
plot dan alur cerita yang sederhana dan jelas.
g. Seringkali
memasukan unsur humor.
Big Book adalah suatu bahan belajar yang sekaligus
merupakan suatu pendekatan dalam belajar. Karena penggunaan Big Book memerlukan
suatu pendekatan tersendiri yang berbeda dengan penggunaan bahan belajar
lainnya.
Keutamaan Big Book yang dikemukakan oleh para ahli, antara lain sebagai
berikut :
a. Big
Book memberikan kesempatan kepada anak untuk terlibat dalam situasi nyata
dengan cara yang tidak menakutkan (Holdaway, 1979). Dengan membaca Big Book
bersama-sama didepan kelas, anak-anak akan memperoleh pengalaman membaca yang
sebenarnya tanpa merasa takut salah.
b. Big
Book memungkinkan semua anak melihat tulisan yang sama manakala guru membaca tulisan
tersebut (Goodman, 1986). Ukurannya yang besar membuat anak dapat melihat
tulisan dalam Big Book yang sedang dibaca oleh mereka.
c. Penggunaan
Big Book memungkinkan anak-anak secara bersama-sama dan dengan bekerjasama
memberi makna kepada tulisan di dalamnya (Hancock & Hill, 1987). Anak-anak
akan terlibat dalam pemberian makna pada tulisan yang sedang dibaca oleh
gurunya atau yang sedang mereka baca bersama. Pemberian makna pada tulisan
dimungkinkan karena adanya gambar yang besar dan alur cerita yang dapat
dimengerti oleh mereka.
d. Big
Book memberikan kesempatan kepada anak yang lambat dalam membaca untuk
mengenali tulisan dengan bantuan guru dan teman-teman lainnya. Selain itu Big
Book membuat guru dan anak berbagi keceriaan dan berbagi kegiatan secara bersama
(Graham, 1987 dan Woodhouse, 1987).
e. Big
Book disukai semua anak termasuk mereka yang lambat dalam membaca karena dengan
membaca Big Book bersama-sama akan timbul keberanian dan keyakinan dalam diri
anak bahwa mereka “sudah bias” membaca (Woodhouse, 1987).
f. Penggunaan
Big Book akan mengembangkan kemampuan dasar anak dalam semua aspek bahasa yaitu
mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis (Cohran – Smith, 1986; Morrow,
1988).
g. Belajar
dengan Big Book memberikan pengalaman social kepada anak yaitu dalam hal
berbagi pengalaman pada saat anak-anak mengomentari gambar dan bacaan Big Book
(Cohran – Smith, 1986; Morrow 1988).
h. Meskipun
Big Book adalah bahan bacaan, namun guru dapat menyelinginya dengan percakapan
yang relevan mengenai isi cerita bersama anak sehingga topic bacaan akan
semakin berkembang sesuai dengan pengalaman dan daya imajinasi anak (Cohran –
Smith, 1986).
11) Karakteristik
Big Book
Big Book mempunyai ciri-ciri atau karakteristik
tersendiri yang juga merupakan keutamaan Big Book sebagai bahan bacaan yang
dapat dipergunakan untuk membelajarkan literasi kepada anak. Karakteristik Big
Book ini diciptakan berdasarkan penelitian para ahli tentang bagaimana anak
belajar literasi secara alami dan bagaimana memudahkan anak mempelajari system
membaca melalui bahan bacaan yang sesungguhnya (bukan susunan huruf yang tidak
mengandung arti).
Karakteristik Big Book tersebut adalah sebagai berikut :
a. Pola
pengulangan
Di bagian tertentu dalam Big Book perlu ada pengulangan kata-kata untuk
memudahkan anak membaca dan mengingat bacaan sehingga pada kata-kata yang
diulang tersebut anak akan mampu membaca dengan tepat dan penuh percaya diri.
Pada umumnya kata-kata yang diulang ini akan dibaca oleh anak dengan suara
lantang, pertanda bahwa mereka telah merasa menjadi pembaca mahir.
b. Pola
pengulangan kumulatif
Selain pengulangan kata-kata, dalam Big Book juga terdapat pengulangan
sebagian yang sama dan bagian yang berbeda.
c. Irama
(seperti irama bayi / nursery rhymes)
Agar kegiatan membaca menjadi lebih menyenangkan, maka bacaan perlu
diiramakan. Kata-kata atau bagian kalimat yang diulang biasanya lebih mudah
diiramakan. Umumnya anak senang pada kegiatan membaca berirama.
d. Pola
bacaan berdasarkan pada budaya yang dikenal anak
Supaya anak mudah menangkap isi bacaan maka pola bacaan perlu disesuaikan
dengan budaya yang dikenal anak sehari-hari.
e. Alur
cerita yang dapat ditebak
Alur cerita yang ditampilkan, hendaknya sederhana dan tidak terlalu rumit
sehingga anak dapat menebak alur cerita yang sedang dibacanya (Rhodes, 1981).
B. Kerangka
Berfikir
![]() |
Gambar Bagian
Kerangka Berfikir
Pada kondisi awal, peneliti melakukan pembelajaran
tanpa menggunakan media kertas ternyata hasilnya belum sesuai dengan yang
diharapkan. Kemudian peneliti melakukan tindakan pembelajaran melalui Big Book
yang berwarna yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Pada kondisi akhir menunjukan
peningkatan kemampuan anak.
C. Hipotesis
tindakan
Hipotesis dipenelitian ini adalah dengan menggunakan
media Big Book berwarna maka minat dan kemampuan anak Kelompok B PAUD ASRI
LESTARI JERUKLEGI.
D. Kriteria
Keberhasilan
Kriteria untuk mengukur tingkat keberhasilan upaya
perbaikan pembelajaran adalah sebagai berikut :
1. Proses
perbaikan pembelajaran dinyatakan berhasil jika 80% dari jumlah anak telah mau
/ berminat mengikuti Kegiatan.
2. Proses
perbaikan pembelajaran dinyatakan berhasil jika 80% dari jumlah anak telah
mampu menyelesaikan tugas yang diberikan.
Kriteria penilaian anak yaitu :
(1)
= = dengan bantuan = Belum Tuntas
(2)
= = tanpa bantuan = Tuntas
BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN
A. Subyek
Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas B
PAUD KB ASRI LESTARI Jeruklegi yang beralamat di Jl. Samboja RT 05 RW 06 Desa
Jeruklegi Wetan Kecamatan Jeruklegi dengan jumlah siswa 18 anak yang terdiri
dari 11 siswa putra dan 7 siswa putri. PAUD KB ASRI LESTARI didirikan pada
tanggal 10 Juni 2005.
Adapun visi dan misi PAUD KB ASRI LESTARI Jeruklegi :
Visi : Menjadi lembaga
pendidikan yang terbaik dan berkualitas dalam
mendidik siswa, sehingga mampu memberikan
bekal untuk
mempersiapkan diri memasuki pendidikan
selanjutnya.
Misi : Melaksanakan proses
pembelajaran yang efektif, kreatif dan
menyenangkan, sehingga siswa dapat berkembang
secara optimal
sesuai potensi yang dimiliki.
Keterangan lain tentang identitas subyek penelitian ini antara lain :
Kelompok :
B
Semester / minggu : I /
VI dan VII
Tema :
Lingkunganku
Bidang pengembangan : Bahasa
Kompetensi Dasar : Anak
mampu membaca, memahami konsep huruf
dan bentuknya.
Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan rincian jadwal sebagai
berikut :
a. Siklus
pertama (I) : Tanggal 8 sampai 12
September 2014.
b. Siklus
kedua (II) : Tanggal 15 sampai 19
September 2014.
Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan dalam dua siklus
perbaikan. Selama pelaksanaan proses pengumpulan data, peneliti dibantu oleh :
Nama :
Wahyu Tri Utami
Pekerjaan :
Guru
Tugas dalam Penelitian : Mengobservasi
selama kegiatan perbaikan
dilaksanakan.
B. Prosedur
Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan
kelas, direncanakan pelaksanaan dengan 2 siklus, dan tiap-tiap siklus
menggunakan 4 langkah, yaitu : 1) Perencanaan, 2) Tindakan, 3) Observasi, dan
4) Refleksi. Pada tahap tindakan, pembelajarannya menggunakan langkah-langkah
sebagai berikut : 1) Tahap Orientasi, 2) Tahap inti pembelajaran, dan 3)
Penutup. Hasil refleksi terhadap tindakan yang akan dilaksanakan akan digunakan
kembali untuk merevisi rencana berikutnya, bila tindakan belum berhasil
memecahkan masalah. Lihat gambar berikut :
![]() |
Gambar. 3.1 Spriral penelitian tindakan kelas (adaptasi dari Hopkins,
1993 : 48)
Setelah siklus – 1 dilaksanakan, sedangkan hasil
belajar anak belum sesuai rencana, dan menemukan kekurangan yang perlu
diperbaiki dalam refleksi maka dianjurkan untuk ada tindakan pada siklus
berikutnya.
Apabila dalam pelaksanaan suatu siklus dalam dua kali pertemuan sudah
berhasil memperbaiki pembelajaran, maka penelitian sudah berakhir atau
dihentikan.
C. Teknik
dan Alat Pengumpulan Data, Analisa data
1. Sumber
Data
Sumber data dalam penelitian ini dapat diperoleh dari
anak Kelompok B PAUD KB Asri Lestari Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi
sebagai subyek penelitian dan juga dari guru atau teman sejawat selaku
kolaborator.
2. Teknik
Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini terdiri 2 teknik yaitu : 1) Teknik tes / tugas, 2) Observasi.
Tes Tugas digunakan untuk mengetahui tingkat perkembangan dan peningkatan
kemmapuan belajar. Observasi untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan
aktivitas pembelajaran pada anak.
3. Alat
Pengumpulan Data
Sesuai dengan teknik pengumpulan data yang digunakan,
maka alat pengumpulan data yang digunakan berupa tugas dan lembar observasi
anak. Untuk validitas data peneliti menggunakan validitas teoritik, yakni
penyusunan tugas telah disusun berdasarkan materi yang sedang diajarkan dan
sesuai dengan kurikulum, terlebih dahulu didiskusikan dengan kolaborator, terutama
konsep penelitian, kejelasan makna dan kesesuaian dengan materi, sehingga tugas
yang diperoleh secara teoritik dan kualitatif telah dianggap valid, dan dapat
dipertanggung jawabkan sehingga dapat digunakan untuk pengumpulan data anak
oleh penelitian.
4. Analisis
Data
Adapun analisis data pada penelitian ini menggunakan
diskriptif komporatif dengan persentase, yaitu mendiskripsikan hasil tes tugas
pada siklus I dengan indicator kinerja. Membandingkan hasil kemampuan siklus II
dengan siklus pertama dan indicator kinerja baik membandingkan angka maupun
persentasenya. Apabila ada peningkatan pada hasil tes dibandingkan dengan
indicator kinerja berarti hipotesis pada penelitian ini diterima, atau
sebaliknya.
Hasil observasi tentang aktivitas belajar anak, didiskripsikan
tentang aktivitas pada kondisi awal pembelajaran dengan hasil refleksi pada
setiap siklus. Bila secara kualitatif ada kemajuan maka penelitian ini membawa
kemajuan pada aktivitas belajar anak, dan sebaliknya.
D. Deskripsi
Rencana Tiap Siklus
1. Rencana
Pelaksanaan
Kegiatan PTK diawali dengan adanya masalah yang
dirasakan atau disadari oleh guru, sehingga guru perlu merenung atau melakukan
refleksi agar masalah tersebut menjadi semakin jelas. Setelah permasalahan
jelas langkah selanjutnya yaitu merencanakan, rencana akan menjadi acuan dalam
melakukan tindakan. Melakukan tindakan merupakan realisasi rencana yang kita
buat, selanjutnya untuk mengetahui apakah tindakan yang telah dilakukan sesuai
dengan rencana perlu dilakukan adanya pengamatan, sebagai koreksi dan
kekurangan tindakan perbaikan pembelajaran. Dari siklus tersebut akan
berlangsung sampai beberapa jail dampai tercapai keberhasilan yang dikehendaki.
a. Rencana
Tindakan
Prosedur Pelaksanaan Tindakan Kelas (PTK), terdiri
dari empat tahapan yaitu merencanakan, melakukan tindakan, mengamati dan
melakukan refleksi. Keempat tahapan tersebut merupakan daur ulang yang hubungan
keempatnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
![]() |
Gambar 3. Tahap-tahap dalam PTK menurut Mills.
b. Langkah-langkah
Perbaikan Siklus I (8 sampai 12 September 2014).
1) Tahap
Perencanaan
-
Peneliti menyiapkan Satuan Kegiatan Harian (SKH).
-
Peneliti menyiapkan scenario perbaikan yang
meliputi langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan oleh guru dan anak.
-
Peneliti membuat kesepakatan dengan observer
untuk menentukan focus observasi dan kriteria yang akan digunakan.
-
Menyiapkan media.
2) Tahap
Pelaksanaan Tindakan
a) Satuan
Kegiatan Harian (SKH) ke – 1
1. Kegiatan
awal
-
Peneliti mengkondisikan anak sebelum kegiatan
pembelajaran dimulai.
2. Kegiatan
Inti
-
Peneliti mengadakan Tanya jawab tentang Big Book
bergambar.
-
Peneliti menunjukan gambar di Big Book dan huruf
berwarna di Big Book.
-
Peneliti menjelaskan tentang tugas yang harus
anak kerjakan, yaitu menunjuk gambar dan menyebutkan huruf.
3. Kegiatan
Akhir
-
Peneliti mengulas dan menyimpulkan kegiatan yang
telah dilakukan.
b) Satuan
Kegiatan Harian (SKH) ke – 2
1. Kegiatan
Awal
-
Peneliti mengkondisikan anak sebelum kegiatan
pembelajaran dimulai dengan menyanyi lagu “Sekolahku”.
-
Peneliti mengulas kegiatan pada hari sebelumnya.
2. Kegiatan
Inti
-
Peneliti menjelaskan kepada anak cara
mengelompokkan benda sesuai bentuknya.
-
Anak-anak mengikuti contoh yang telah diberikan
peneliti.
3. Kegiatan
Akhir
-
Mengucap syair “Sekolahku”.
-
Peneliti mengulas dan menyimpulkan kegiatan yang
telah dilakukan pada hari ini.
c) Satuan
Kegiatan Harian (SKH) ke – 3
1. Kegiatan
Awal
-
Peneliti mengkondisikan anak sebelum kegiatan
pembelajaran dimulai.
-
Peneliti mengulas kegiatan pada hari sebelumnya.
2. Kegiatan
Inti
-
Peneliti menjelaskan cara menggambar sepatu dan
mencontohkannya kepada anak-anak.
-
Kemudian anak menggambar sepatu sesuai dengan
contoh.
-
Anak-anak mewarnai gambar sepatu.
3. Kegiatan
Akhir
-
Menyelesaikan syair “Sekolahku”
-
Peneliti mengulas dan menyimpulkan kegiatan yang
telah dilakukan pada hari ini.
d) Satuan
Kegiatan Harian (SKH) ke – 4
1. Kegiatan
Awal
-
Peneliti mengkondisikan anak sebelum kegiatan
pembelajaran dimulai dengan menyanyi bersama
-
Peneliti mengulas kegiatan pada hari sebelumnya.
2. Kegiatan
Inti
-
Peneliti memberi contoh cara membaca dengan Big
Book dengan warna dan gambar berbeda.
-
Anak-anak meronce dengan kartu huruf bervariasi
untuk meningkatkan kreativitas anak.
3. Kegiatan
Akhir
-
Mengulang menyanyi lagu lama.
-
Peneliti mengulas dan menyimpulkan kegiatan yang
telah dilakukan pada hari ini.
e) Satuan
Kegiatan Harian (SKH) ke – 5
1. Kegiatan
Awal
-
Peneliti mengkondisikan anak sebelum kegiatan
pembelajaran dimulai.
-
Peneliti mengulas kegiatan pada hari sebelumnya.
2. Kegiatan
Inti
-
Peneliti memberi contoh cara mengurutkan bentuk
sesuai besar.
-
Anak-anak mengurutkan bentuk sesuai contoh.
-
Peneliti memberi penjelasan cara melipat bentuk
buku.
3. Kegiatan
Akhir
-
Peneliti mengadakan evaluasi membaca dengan Big
Book warna dengan bergantian.
-
Peneliti menilai hasil evaluasi siswa.
-
Peneliti mengulas dan menyimpulkan kegiatan yang
telah dilakukan pada hari ini.
3) Observasi
-
SKH 1
Observer memberikan masukan pada peneliti bahwa peneliti masih terlalu
cepat didalam memberi penjelasan sehingga anak tidak paham isi penjelasan
dengan baik.
-
SKH 2
Peneliti sebaiknya menggunakan alat peraga yang lebih besar dan berwarna
sehingga mudah dilihat oleh siswa.
-
SKH 3
Dalam memberikan contoh bacaan dengan Big Book sebaiknya secara bertahap
dari awal hingga akhir.
-
SKH 4
Siswa sebaiknya dibimbing dengan lebih intensif dengan bantuan guru yang
lain agar peneliti lebih baik dalam menerangkan.
-
SKH 5
Siswa sebaiknya dievaluasi dengan lembar evaluasi yang sudah disiapkan
untuk evaluasi membaca.
4) Refleksi
Dalam SKH perbaikan 1 sampai 5, perbaikan anak sudah mulai menampakkan
keberhasilan, tetapi belum maksimal, hal ini dapat dijadikan acuan dalam
menyusun rencana tindakan siklus II.
c. Langkah-langkah
Perbaikan Siklus II (15 sampai 19 September 2014)
1. Tahap
Perencanaan
-
Peneliti menyiapkan Satuan Kegiatan Harian
(SKH).
-
Peneliti menyiapkan scenario perbaikan yang
meliputi langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan oleh guru dan anak.
-
Peneliti membuat kesepakatan dengan observer
untuk menentukan focus observasi dan kriteria yang akan digunakan
-
Menyiapkan lembar observasi.
-
Menyiapkan media.
2. Tahap
Pelaksanaan Tindakan
a. Satuan
Kegiatan Harian (SKH) ke – 1
1. Kegiatan
Awal
-
Peneliti mengkondisikan anak sebelum kegiatan
pembelajaran dimulai. Hal tersebut dilakukan pada SKH 1 – 5 seperti dilakukan
pada tiap-tiap pembukaan pembelajaran.
-
Peneliti membagi anak menjadi kelompok-kelompok
kecil yang terdiri dari 4 kelompok.
2. Kegiatan
Inti
-
Peneliti memberi contoh mencari kata yang suku
kata awalnya sama.
-
Anak-anak berlatih mengikuti contoh dari
peneliti.
3. Kegiatan
Akhir
-
Peneliti mengulas dan menyimpulkan kegiatan yang
telah dilakukan pada hari ini.
b. Satuan
Kegiatan Harian (SKH) ke – 2
1. Kegiatan
Inti
-
Peneliti menjelaskan cara menyusun huruf menjadi
kata kepada anak.
-
Anak-anak mengikuti contoh yang diberikan guru
dan lebih banyak berlatih.
2. Kegiatan
Akhir
-
Peneliti mengulas dan menyimpulkan kegiatan yang
telah dilakukan pada hari ini.
c. Satuan
Kegiatan Harian (SKH) ke – 3
1. Kegiatan
Inti
-
Peneliti memberi penjelasan cara menggunakan Big
Book berwarna.
-
Anak-anak berlatih membaca Big Book dengan lagu
bersama-sama anak dalam kelompoknya.
2. Kegiatan
AKhir
-
Peneliti mengulas dan menyimpulkan kegiatan yang
telah dilakukan pada hari ini.
d. Satuan
Kegiatan Harian (SKH) ke – 4
1. Kegiatan
Inti
-
Anak-anak melanjutkan kegiatan membaca dengan
Big Book Warna pada hari sebelumnya.
-
Anak-anak bertanya pada peneliti bila mengalami
kesulitan.
2. Kegiatan
Akhir
-
Peneliti mengulas dan menyimpulkan kegiatan yang
telah dilakukan pada hari ini.
e. Satuan
Kegiatan Harian (SKH) ke – 5
1. Kegiatan
Inti
-
Peneliti memberi penjelasan kegiatan hari ini
yaitu evaluasi membaca dengan menggunakan Big Book Berwarna.
-
Anak-anak melakukan kegiatan evaluasi membaca
tanpa bimbingan guru.
-
Guru mengevaluasi hasil baca anak.
2. Kegiatan
AKhir
-
Peneliti mengulas dan menyimpulkan kegiatan
evaluasi yang telah dilakukan siswa.
-
Peneliti memberi nilai.
-
Peneliti memberikan pujian kepada siswa
3. Observasi
Pada siklus II ini, peneliti sudah melaksanakan
proses pembelajaran lebih baik dari pada sebelumnya. Peneliti menjelaskan
materi menggunakan alat peraga Big Book sehingga menjadi lebih menarik dan anak
merasa lebih antusias mengikuti kegiatan pembelajaran. Anak lebih aktif
disbanding pada siklus I dalam proses pembelajaran mulai dari Tanya jawab
sampai dengan mengerjakan lembar kerja yang diberikan peneliti. Semua kriteria
observasi telah dipenuhi, dan hasil belajar anak dalam pembelajaran mengenal
huruf dan membaca menggunakan Big Book berwarna telah sesuai dengan yang
diharapkan.
4. Refleksi
Secara keseluruhan, berdasarkan hasil pengamatan,
peneliti telah berhasil meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal huruf dan
membaca menjadi kata melalui media Big Book berwarna. Hal tersebut mungkin
disebabkan oleh pengelompokkan anak yang sudah tergolong kecil jumlah anggota
kelompoknya sehingga anak lebih aktif dan penggunaan alat peraga Big Book
berwarna serta proses pembelajaran yang lebih menarik sehingga motivasi belajar
dan hasil belajar anak lebih bermakna.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Perbaikan Tiap Siklus
1. Diskripsi
Kondisi Awal
Berdasarkan hasil observasi dan pengalaman peneliti
dalam pembelajaran berbahasa anak yakni kemampuan membaca permulaan dan
pengenalan kata melalui media Big Book ditemukan fakta tentang kondisi awal
pada anak kelompok B, PAUD KB Asri Lestari Jeruklegi Wetan, Kecamatan
Jeruklegi, Kabupaten Cilacap Tahun 2014 – 2015, sebagai berikut :
Pembelajaran bahasa tentang kemampuan membaca
permulaan dan pengenalan kata melalui media Big Book masih berpusat pada guru
dan penggunaan metode ceramah masih dominan.
Pembelajaran tentang membaca permulaan dan pengenalan
kata kurang menarik bagi anak, aktivitas anak dalam pembelajaran terkesan
kurang bersemangat. Kemampuan membaca permulaan dan pengenalan kata antar anak
masih rendah. Pengelolaan anak dalam belajar monoton, jarang dengan model lain.
Kendala yang dihadapi dalam pembelajaran antara lain :
a. Materi
kurang spesifik.
b. Kurangnya
buku sumber lain di TK.
c. Aktivitas
anak dalam pembelajaran belum diupayakan secara optimal.
d. Kemampuan
belajar membaca masih rendah.
e. Penggunaan
metode pembelajaran belum bervariasi.
f. Kerja
sama dengan guru dan kepala sekolah masih kurang.
g. Guru
terkesan malas untuk memberikan latihan-latihan.
Sedangkan untuk ketuntasan belajar dari mulai kondisi
awal hingga siklus – 2 dapat dilihat pada table 4.1 berikut ini:
Table 4.1 rekapitulasi hasil ketuntasan belajar kondisi awal siklus 1,
siklus 2.
|
No
|
Kegiatan
|
Jumlah Anak
|
Anak Tuntas
|
Tuntas dalam persen (%)
|
Anak belum tuntas
|
Belum tuntas dalam persen (%)
|
|
1.
|
Kondisi
Awal
|
18
|
8
|
44 %
|
12
|
66 %
|
|
2.
|
Siklus
– 1
|
18
|
11
|
60,5 %
|
7
|
38,5 %
|
|
3.
|
Siklus
– 2
|
18
|
15
|
82,5 %
|
3
|
16,5 %
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Dari melihat table ketuntasan belajar anak diatas
memperoleh keterangan sebagai berikut :
1. Anak
tuntas belajar pada kondisi awal hanya 8 anak berarti baru mencapai peningkatan
44 %.
2. Anak
tuntas belajar pada siklus I, II anak berarti ada kenaikan 3 anak atau
meningkat menjadi 60,5 %.
3. Anak
tuntas pada siklus 2 menjadi 15 anak berarti ada peningkatan yang sangat
signifikan yakni menjadi 82,5 %.
Dari melihat table tersebut diatas hasil ketuntasan
belajar pada tiap siklusnya mengalami peningkatan hal ini menunjukan bahwa
pemanfaatan Big Book sangat berpengaruh pada ketuntasan belajar anak sehingga
secara otomatis kemampuan belajarpun meningkat. Agar memperjelas pada pemaparan
tersebut diatas dapat disajikan dalam bentuk diagram batang 4.1 dibawah ini :
Diagram 4.1 hasil tuntas belajar dan tidak tuntas belajar pada kondisi
awal, siklus 1, siklus 2.

Dari grafik atau diagram batang diatas dijelaskan
bahwa ketuntasan peningkatan pada tiap-tiap siklus semakin membaik, sedangkan
untuk ketidaktuntasan anak pada siklus – 1 makin menurun dan sangat menurun
pada siklus terakhir. Untuk ketuntasan belajar anak naik hingga 82,5 % dari
kondisi awal yang hanya 44 %. Sedangkan untuk ketidak tuntasan anak turun
menjadi 16,5 % pada siklus – 2.
Sedangkan untuk hasil kemampuan belajar dan aktivitas
belajar anak dengan membandingkan hasil tiap siklus akan dibahas pada tiap-tiap
siklus dibawah ini.
2. Hasil
Penelitian
a. Hasil
Penelitian Pada Siklus ke – 1
Pada siklus – 1, pembelajaran dilaksanakan pada hari
Senin, tanggal 8 September 2014 sampai 12 September 2014. Perencanaan berjalan
sesuai program. Pembelajaran melalui tiga tahapan, sesuai rencana. Anak aktif
dalam kelompok. Hanya arus pertanyaan dari kelompok lain terasa belum berjalan
dengan baik. Ketika diberikan tugas dan contoh membaca oleh guru ramai.
Kerjasama belum berjalan dengan semestinya. Masih banyak anggota kelompok yang
pasif. Namun secara garis besar terjadi peningkatan aktivitas anak dalam
pembelajaran, yakni 16,5 % dari harapan. Hal tersebut sesuai dengan hasil
observasi pada table 4.2 berikut :
Table 4.2 Rekapitulasi hasil observasi aktivitas belajar anak siklus ke-1
|
No
|
Unsur Penilaian
|
Skor Harapan (%)
|
Skor Perolehan (%)
|
|
1.
|
Minat anak
dalam pembelajaran.
|
20
|
15
|
|
2.
|
Intensitas
Tanya jawab siswa dengan anggota kelompok.
|
15
|
11
|
|
3.
|
Minat anak
dalam berkomunikasi.
|
10
|
7
|
|
4.
|
Intensitas
anak dalam membaca Big Book.
|
15
|
7
|
|
5.
|
Keaktivan anak
dalam mengerjakan lembar kerja.
|
10
|
8
|
|
6.
|
Keantusiasan
anak dalam mencari informasi di kelompok.
|
15
|
10
|
|
7.
|
Unjuk kerja
anak dalam berdiskusi.
|
15
|
17
|
|
|
JUMLAH
|
100
|
75
|
Melihat table rekapitulasi perolehan skor observasi
tentang aktivitas belajar pada siklus – 1. Menunjukkan kenaikan yang cukup
menggembirakan, melihat antusias anak dalam melaksanakan pembelajaran membaca
permulaan dan pengenalan kata melalui media Big Book sangat mempengaruhi hasil
belajar anak. Peningkatan aktivitas belajar siklus – 1, memperoleh skor 75 %,
berarti meningkat 16,5 % dari kondisi awal yang hanya 44 %.
Dalam penelitian tindakan kelas siklus – 1, hasil
kemampuan belajar, dari hasil pekerjaan anak mengerjakan lembar kerja 1,
rata-rata kemampuan yang diperoleh sebesar 60,5 %. Hasil ini berarti terdapat
peningkatan pada kategori sedang. Menurut rencana penelitian ini berarti
mencapai hasil pada siklus ke – 1, sebab harapan yang dicanangkan pada siklus
ke – 1 memang anak dapat mencapai kategori sedang. Hal ini dapat dilihat pada
Tabel 4.3 berikut :
Table 4.3 Rekapitulasi Hasil Kemampuan Anak Siklus – 1
|
No
|
Nama Anak
|
L/P
|
Tuntas / Belum Tuntas
|
|
1
|
Muhammad
Zaherul Fatah
|
L
|
Tuntas
|
|
2
|
Faizal
Aziz
|
L
|
Belum Tuntas
|
|
3
|
Ringgit Setia Ramadhan
|
L
|
Tuntas
|
|
4
|
Zulfa
Dliaul Jannah
|
P
|
Belum Tuntas
|
|
5
|
Nailul
Izzah
|
P
|
Tuntas
|
|
6
|
Anindita
Belia Putri
|
P
|
Tuntas
|
|
7
|
Anisa
Rahmawati
|
P
|
Tuntas
|
|
8
|
Bima
Frisko Adi
|
L
|
Belum Tuntas
|
|
9
|
Alia
Fitriani
|
P
|
Belum Tuntas
|
|
10
|
Safa Habibi
|
L
|
Tuntas
|
|
11
|
Ilham
Satrio
|
L
|
Belum Tuntas
|
|
12
|
Indah
Safitri
|
P
|
Tuntas
|
|
13
|
Rafi
Ahmad Masruri
|
L
|
Tuntas
|
|
14
|
Rifa
Zanuar Pristianto
|
L
|
Tuntas
|
|
15
|
Rehan
Saputra
|
L
|
Belum Tuntas
|
|
16
|
Yoga
Pratama
|
L
|
Belum Tuntas
|
|
17
|
Dika
Azis Saputra
|
L
|
Tuntas
|
|
18
|
Zahratu
sakinah
|
P
|
Tuntas
|
|
|
|
|
|
|
|
Anak
mampu/Tuntas
|
L : 11
|
T :
11 = 60,5 %
|
|
|
Anak
belum mampu
|
P : 7
|
B :
7 = 39,5 %
|
Hasil kemampuan belajar anak pada kondisi awal
kemampuan anak baru memperoleh rata-rata kelas 44 % pada siklus – 1 menjadi
60,5 %. Baik hasil aktivitas maupun kemampuan belajar anak pada siklus – 1
memperoleh hasil meningkat agar dapat membandingkan masing-masing hasil dapat
dilihat pada diagram 4.2 dibawah ini.
Diagram 4.2 hasil aktivitas dan kemampuan belajar kondisi awal dan siklus
1.

b. Hasil
Penelitian Pada Siklus ke – 2
Pembelajaran pada siklus ke – 2 dilaksanakan pada
hari Senin 15 September 2014 sampai Jumat 19 September 2014, berjalan sesuai
rencana. Perencanaan berjalan sesuai program. Pembelajaran melalui tiga tahap,
sesuai rencana. Anak aktif dalam kelompok. Guru memberikan tugas, siswa membaca
gambar dan kata dengan menggunakan Big Book warna kemudian diberikan tugas
secara runtut dan berkesinambungan, bersama guru tentang pokok-pokok pikiran
yang ada pada cerita di Big Book warna. Arus pertanyaan dari peserta kepada
peserta lain berjalan dengan baik. Kerja sama tampak berjalan dengan baik dan
antusias. Semua anggota kelompok aktif melakukan kegiatan belajar. Secara umum pada siklus ke – 2 ini terjadi
peningkatan yang cukup tinggi pada aktivitas anak dalam pembelajaran.
Persentase rata-rata hasil observasinya mencapai 87 % selengkapnya dapat
dilihat pada table 4.4 berikut :
Table 4.4 Rekapitulasi hasil observasi Aktivitas Belajar Anak Siklus ke –
2
|
No
|
Unsur Penilaian
|
Skor Harapan (%)
|
Skor perolehan (%)
|
|
1
|
Minat
anak dalam pembelajaran.
|
20
|
18
|
|
2
|
Intensitas
Tanya jawab dengan anggota kelompok.
|
15
|
13
|
|
3
|
Minat
anak dalam berkomunikasi.
|
10
|
9
|
|
4
|
Intensitas
anak dalam membaca Big Book warna.
|
15
|
14
|
|
5
|
Keaktifan
anak dalam mengerjakan lembar kerja.
|
10
|
9
|
|
6
|
Keantusiasan
anak dalam mencari informasi di kelompok.
|
15
|
13
|
|
7
|
Unjuk
kerja anak dalam berdiskusi.
|
15
|
14
|
|
|
Jumlah
|
100
|
87
|
Setelah melihat table rekapitulasi perolehan sekor
observasi tentang aktivitas belajar pada siklus – 2, dan membandingkan dengan
perolehan siklus – 1 menunjukkan kenaikan yang cukup menggembirakan, melihat
antusias anak dalam melaksanakan pembelajaran membaca permulaan dan pengenalan
kata melalui media Big Book warna, dan sangat mempengaruhi hasil belajar anak.
Peningkatan aktivitas belajar siklus – 2 memperoleh skor 87 % berarti
meningkat 16 % dari siklus – 1 memperoleh skor 75 %.
Sedangakn hasil kemampuan belajar dari hasil
pekerjaan anak mengerjakan lembar kerja 2, rata-rata kemampuan anak yang
diperoleh sebesar 80,5 %.
Hasil ini berarti terdapat peningkatan pada katagori sedang.
Menurut rencana penelitian ini berarti mencapai hasil pada siklus ke – 2,
sebab harapan yang dicanangkan pada siklus ke – 2 hanya sampai katagori sedang.
Setelah merefleksi hasil tindakan siklus – 2 ini ternyata untuk pelaksanaan
tindakan memperoleh hasil yang cukup signifikan, untuk dapat memperjelas dapat
dilihat pada table 4.5 di bawah ini :
Table 4.5 Rekapitulasi hasil kemampuan belajar anak siklus – 2
|
No
|
Nama Anak
|
L/P
|
Tuntas / Belum Tuntas
|
|
1
|
Muhammad
Zaherul Fatah
|
L
|
Tuntas
|
|
2
|
Faizal
Aziz
|
L
|
Tuntas
|
|
3
|
Ringgit Setia Ramadhan
|
L
|
Tuntas
|
|
4
|
Zulfa
Dliaul Jannah
|
P
|
Tuntas
|
|
5
|
Nailul
Izzah
|
P
|
Tuntas
|
|
6
|
Anindita
Belia Putri
|
P
|
Tuntas
|
|
7
|
Anisa
Rahmawati
|
P
|
Tuntas
|
|
8
|
Bima
Frisko Adi
|
L
|
Belum Tuntas
|
|
9
|
Alia
Fitriani
|
P
|
Belum Tuntas
|
|
10
|
Safa
Habibi
|
L
|
Tuntas
|
|
11
|
Ilham
Satrio
|
L
|
Tuntas
|
|
12
|
Indah
Safitri
|
P
|
Tuntas
|
|
13
|
Rafi
Ahmad Masruri
|
L
|
Tuntas
|
|
14
|
Rifa
Zanuar Pristianto
|
L
|
Tuntas
|
|
15
|
Rehan
Saputra
|
L
|
Belum Tuntas
|
|
16
|
Yoga
Pratama
|
L
|
Tuntas
|
|
17
|
Dika
Azis Saputra
|
L
|
Tuntas
|
|
18
|
Zahratu
sakinah
|
P
|
Tuntas
|
|
|
|
|
|
|
|
Anak
mampu/Tuntas
|
L : 11
|
T : 15
= 82,5 %
|
|
|
Anak
belum mampu
|
P : 7
|
BT :
3 = 16,5 %
|
Dari memperhatikan table 4.5 diatas tentang hasil
kemampuan anak pada siklus – 2 dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Hasil
kemampuan membaca permulaan dan pengenalan kata pada siklus – 2 meningkat 22 %
dari siklus – 1 ke siklus – 2, yakni dari rata-rata anak mampu 60,5 % menjadi
82,5 %.
2. Hasil
kemampuan anak membaca permulaan dan pengenalan kata siklus – 2 meningkat 80 %
dari kondisi awal, yakni dari nilai rata-rata kelas 44 % menjadi 82,5 %.
Untuk lebih memperjelas tentang hasil kemampuan
belajar maupun aktivitas belajar anak dan dapat membandingkan antara siklus – 1
dan siklus – 2 dapat dilihat pada diagram 4.3 di bawah ini :
Diagram 4.3 hasil aktivitas dan kemampuan belajar abak siklus – 1 dan
siklus – 2.

Setelah memperhatikan hasil aktivitas, maupun
kemampuan belajar anak diatas, baik melalui paparan maupun table dan diagram
diatas peneliti bersama-sama dengan kolaborator setelah merefleksi hasil
kegiatan tindakan kelas, menyatakan bahwa pelaksanaan tindakan kelas dihentikan
karena hasil pada siklus – 2 telah mencapai tingkat keberhasilan sesuai dengan
indicator kinerja.
Untuk peningkatan kemampuan belajar naik 82,5 %.
RANCANGAN KEGIATAN TIAP SIKLUS
Siklus : Pertama
Tema : Lingkunganku /
Sekolah
Kelompok : B
Tanggal : 8 September – 12
September 2014
Tujuan Perbaikan : Peningkatan Kemampuan Membaca
Permulaan Dan Pengenalan Kata
Melalui Media
Big Book Kelompok B Di PAUD Kelompok Bermain
Asri Lestari.
Identifikasi
Masalah :
(1) Kegiatan
membaca yang tidak sesuai harapan.
(2) Sebagian
besar anak tidak mendengar dan menyimak saat kegiatan membaca.
(3) Pada
kegiatan menyanyi, hamper semua anak rebut dan cenderung malas maju kedepan.
(4) Saat
kegiatan membaca hampir semua anak belum mampu menghafal dan memahami kata-kata
yang ada pada buku dan gambar.
Analisis Masalah
Dari keempat masalah yang teridentifikasi, masalah yang akan dipecahkan
adalah kurangnya kemampuan membaca
permulaan dan pengenalan kata. Ini merupakan masalah yang berat dan
dapat menimbulkan masalah baru. Penyebab masalah tersebut adalah kurangnya
media yang digunakan guru untuk melatih membaca anak yang sesuai dengan
perkembangan membaca permulaan anak, dan perkembangan membaca anak belum
mencapai kematangannya.
Masalah penggunaan media yang kurang sesuai dengan tingkat perkembangan
anak dalam membaca permulaan dan pengenalan kata dapat diatasi dengan
menggunakan media Big Book.
Rumusan Masalah
Bagaimanakah peningkatan kemampuan membaca permulaan dan pengenalan kata
melalui media Big Book Kelompok B di PAUD KB Asri Lestari ?.
Rencana Kegiatan
Siklus I :
|
RKH Ke
|
Pembukaan
|
Inti
|
Penutup
|
|
I
|
Bercakap-cakap
cara menjaga dan memelihara perlengkapan sekolah.
|
1. Pemberian
tugas membaca huruf dan gambar Big Book.
2. Mencocok
gambar topi.
3. Mencari
jejak (maze) mencari perlengkapan sekolah.
|
1. Menyanyi
bersama “Ke Sekolah”.
2. Mengulas
kegiatan awal.
|
|
II
|
Menyanyi
individu “Aku Mulai Sekolah”.
Bercakap-cakap
tentang kegunaan alat sekolah.
|
1. Memasangkan
bentuk sesuai dengan nama.
Missal : buku.
2. Mengelompokkan
benda sesuai bentuknya.
3. Menebalkan
huruf.
|
1. Mengucap
syair “Sekolahku”.
2. Diskusi
kegiatan hari ini.
|
|
III
|
Bermain
kartu huruf berwarna.
|
1. Menyebutkan
macam-macam alat sekolah.
2. Mewarnai
gambar sepatu.
3. Menggambar
sepatu.
|
1. Menyelesaikan
syair “Sekolahku”.
2. Mengingat
kegiatan pada hari ini.
|
|
IV
|
Menyanyi
bersama, bercerita.
|
1. Meronce
dengan pola warna merah, hijau, kuning.
2. Menghubungkan
gambar dengan tulisan.
3. Menyusun
balok.
|
1. Mengulang
lagu lama.
2. Mengulas
kegiatan hari ini.
|
|
V
|
Bermain
tebak warna, bercerita.
|
1. Mengurutkan
bentuk sesuai dengan contoh.
2. Melipat
bentuk buku.
3. Melukis.
4. Siswa
melaksanakan evaluasi membaca dengan Big Book.
|
1. Mengucap
syair.
2. Menyampaikan
harapan terhadap kegiatan hari ini.
|
RANCANGAN SIKLUS II
Siklus : Kedua
Tema : Lingkunganku /
Rumah
Kelompok : B
Tanggal : 15 September – 19
September 2014
Tujuan Perbaikan : Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan
Dan Pengenalan Kata
Melalui Big
Book Kelompok B Di PAUD Kelompok Bermain
Asri Lestari.
Identifikasi
Masalah :
(1) Kegiatan
membaca yang tidak sesuai harapan.
(2) Sebagian
anak masih kurang dalam minat membaca dan kurang antusias anak dalam pengenalan
kata.
(3) Dalam
kegiatan kelompok anak masih kurang bekerja sama dengan temannya.
(4) Saat
kegiatan membaca masih ada beberapa anak belum mampu menghafal dan memahami
kata-kata dan gambar pada Big Book berwarna.
Analisis Masalah
Dari keempat masalah yang teridentifikasi, masalah yang akan dipecahkan
adalah kurang minat membaca dan
antusias anak dalam pengenalan kata. Ini merupakan masalah yang berat
dan dapat menimbulkan masalah baru. Penyebab masalah tersebut adalah kurang
media yang menarik dan kreativitas dalam penyampaian membaca permulaan dan
pengenalan kata yang digunakan oleh guru.
Masalah penggunaan media yang kurang sesuai dengan tingkat perkembangan
anak dalam membaca permulaan dan pengenalan kata dapat diatasi dengan
menggunakan media Big Book Warna.
Rumusan Masalah
Bagaimana meningkatkan minat baca anak dan kreativitas anak dalam membaca
dan menghafal kata-kata melalui Media Big Book Warna di PAUD KB Asri Lestari ?.
Rencana Kegiatan
Siklus II :
|
RKH Ke
|
Pembukaan
|
Inti
|
Penutup
|
|
I
|
1. Berdoa
sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan secara berurutan.
2. Bercakap-cakap
tentang rumah.
|
1. Mencari
kata yang suku kata awalannya sama.
2. Menggunting
gambar rumah.
3. Membuat
kolase gambar rumah.
|
1. Mengucap
syair “Rumahku”.
2. Mengulas
kegiatan awal.
|
|
II
|
1. Doa.
2. Berjalan
maju pada garis lurus mengambil kartu huruf.
|
1. Bermain
menyampaikan pesan 4 kata.
2. Menggambar
bebas.
3. Meronce
manik-manik.
|
1. Menyanyi
bersama “Rumahku”.
2. Mengulas
kegiatan awal.
|
|
III
|
1. Berdoa
sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan secara berurutan.
2. Berdiri
satu kaki
|
1. Melipat
bentuk rumah.
2. Membaca
gambar dan menyebutkan huruf / suku kata.
3. Bermain
plastisin.
|
1. Mengulang
lagu lama.
2. Mengulas
kegiatan hari ini.
|
|
IV
|
1. Menyanyi
bersama.
2. Mendengarkan
cerita.
|
1. Mengelompokkan
gambar bunga sesuai warnanya.
2. Menyusun
balok.
3. Melukis
dengan jari bentuk rumah.
|
1. Menghafal
doa keluar dari rumah.
2. Bernyanyi
bersama lagu lama.
3. Mengulas
kegiatan hari ini.
|
|
V
|
1. Bercakap-cakap
tentang macam-macam rumah adat.
|
1. Mencap
dengan pelepah pisang.
2. Menebalkan
huruf.
3. Siswa
melaksanakan evaluasi membaca.
|
1. Mengucap
syair.
2. Mengulas
kegiatan hari ini.
3. Menyampaikan
harapan terhadap kegiatan hari ini.
|
SKENARIO
PERBAIKAN
Tujuan Perbaikan : Peningkatan Kemampuan Membaca
Permulaan dan
Pengenalan Kata Melalui Media Big Book
Siklus ke : I
Hari / tanggal : Senin, 8 September 2014
Hal yang diperbaiki / ditingkatkan : Meningkatkan minat membaca dan
antusias anak dalam pengenalan
kata
a. Kegiatan
Pengembangan I (pembukaan) :
Ø
Judul kegiatan bercakap-cakap cara menjaga dan
memelihara perlengkapan sekolah
Ø
Pengelolaan kelas :
1. Penataan
ruang diubah sehingga ada area kosong untuk membentuk lingkaran
2. Pengorganisasian
anak : posisi anak diubah menjadi bentuk lingkaran dengan posisi berdiri
Ø
Langkah-langkah perbaikan :
1. Guru
bercakap-cakap bagaimana cara menjaga dan memelihara perlengkapan sekolah
2. Guru
bercakap-cakap dengan beberapa anak dan memberikan pertanyaan tentang
memelihara perlengkapan sekolah
3. Guru
meminta anak untuk menyimak percakapan
4. Guru
meminta anak bercakap-cakap secara berkelompok
b. Kegiatan
Pengembangan II (Inti)
Ø
Judul Kegiatan : Membaca huruf dan gambar Big
Book
Ø
Pengelolaan Kelas
1. Penataan
ruang : sama dengan kegiatan pembukaan, terdapat area kosong dengan karpet /
tikar
2. Pengorganisasian
: anak-anak dan guru duduk di lantai dengan formasi setengah lingkaran. Posisi
duduk guru lebih tinggi dari pada anak-anak
Ø
Langkah-langkah perbaikan :
1. Guru
menyiapkan Big Book yang akan digunakan dan merapikan anak
2. Guru
menjelaskan aturan-aturan dalam kegiatan membaca ini
3. Guru
menyebutkan judul gambar pada Big Book
4. Guru
menjelaskan secara utuh, dan membacakan huruf dan kata, gambar pada Big Book
5. Guru
meminta setiap anak untuk membaca Big Book
c. Kegiatan
Pengembangan III (Penutup)
Ø
Judul kegiatan : Menyanyi bersama Sekolahku
Ø
Pengelolaan kelas
1. Penataan
ruang : Posisi kursi dan meja anak seperti biasa
![]() |
![]() |
2. Pengorganisasian
: anak-anak berdiri disamping mejanya masing-masing
Ø
Langkah-langkah perbaikan
1. Guru
meminta anak berdiri
2. Guru
memberi contoh menyanyi lagu secara utuh
3. Guru
meminta anak menyanyikan lagu dengan la la la didahului oleh Ibu guru
4. Guru
menyanyikan baris demi baris
5. Guru
meminta anak mengikuti baris demi baris
6. Guru
mengajak anak menyanyi bersama
7. Guru
memberi reward dan umpan balik
Skenario
Perbaikan
Tujuan Perbaikan : Peningkatan Kemampuan Membaca
Permulaan dan
Pengenalan Kata Melalui Media Big Book
Siklus ke : II
Hari / tanggal : Senin, 15 September 2014
Hal yang diperbaiki / ditingkatkan : Meningkatkan minat membaca dan
antusias anak dalam pengenalan
kata
a. Kegiatan
Pengembangan I (Pembukaan)
Ø
Judul kegiatan : Bercakap-cakap tentang rumah
Ø
Pengelolaan Kelas :
1. Penataan
ruang diubah sehingga terdapat area kosong untuk membentuk lingkaran
2. Pengorganisaian
anak ; Posisi anak diubah menjadi bentuk lingkaran dengan posisi berdiri
Ø
Langkah-langkah perbaikan
1. Guru
bercakap-cakap dan Tanya jawab tentang keadaan dirumah anak
2. Guru
bercakap-cakap dengan beberapa anak dan memberikan pertanyaan
3. Guru
meminta anak untuk menyimak percakapan
4. Guru
meminta anak bercakap-cakap secara berkelompok
b. Kegiatan
Pengembangan II (Inti)
Ø
Judul Kegiatan : Menggunting gambar rumah
Ø
Pengelolaan kelas :
1. Penataan
ruang : sama dengan kegiatan pembukaan, terdapat area kosong dengan karpet /
tikar
2. Pengorganisasian
: anak-anak dan guru duduk dilantai dengan formasi setengah lingkaran. Posisi
duduk guru lebih tinggi dari pada anak-anak
Ø
Langkah-langkah perbaikan :
1. Guru
menyiapkan gambar, gunting yang akan digunakan dan merapikan anak-anak
2. Guru
menjelaskan aturan-aturan dalam kegiatan menggunting ini
3. Guru
meminta anak menggunting dengan berkelompok dan bergantian
4. Guru
memerintah untuk mengumpulkan hasilkarya
5. Guru
memberi reward bagi anak rapih mengguntingnya
c. Kegiatan
Pengembangan III (Penutup)
Ø
Judul kegiatan : Mengucap syair “Rumahku”
Ø
Pengelolaan kelas
1. 
Penataan
ruang : Posisi kursi dan meja anak seperti biasa

Penataan
ruang : Posisi kursi dan meja anak seperti biasa
2. Pengorganisasian
: anak-anak berdiri disamping mejanya masing-masing
Ø
Langkah-langkah perbaikan
1. Guru
meminta anak berdiri
2. Guru
memberi contoh cara mengucap syair
3. Guru
meminta anak mengucap syair secara bersama-sama
4. Guru
memberi reward dan umpan balik
HASIL REFLEKSI
SETELAH MELAKUKAN PEMBELAJARAN
Nama : EKO PURWANINGSIH TK/KB/TPA :
Asri Lestari
NIM : 822303101 Kelompok : B
Program studi : S1 PG PAUD Pertemuan ke : 5
UPBJJ : Purwokerto Siklus : I
1) Bagaimana
reaksi anak terhadap proses pengembangan yang saya lakukan ?
Jawab : Masih ada beberapa anak yang tidak focus ketika diberi penjelasan
dan saat pembelajaran
2) Secara
keseluruhan apa saja kelemahan saya dalam kegiatan pengembangan yang saya
lakukan ?
Jawab : Kurang bervariasi dalam menyampaikan pembelajaran dan alat
peraga yang masih
sederhana
3) Secara keseluruhan apa saja kelebihan saya
dalam pengembangan lakukan ?
Jawab : Berusaha melakukan pembelajaran sesuai dengan indicator dan RKH
4) Hal-hal
unik apa yang saya temui dalam kegiatan pengembangan ?
Jawab : Ketika saya melakukan pembelajaran ada beberapa anak yang tidak
dipanggil maju ikut maju dan
berdiri didepan menjadi guru
5) Setelah
mengetahui kelemahan dan kelebihan saya, maka apa yang akan saya lakukan untuk
meningkatkan kualitas kegiatan pengembangan berikutnya ?
Jawab : Memperbaiki materi dan kreativitas agar hasil pembelajaran
maksimal pada anak, dan antusias mengikuti pembelajaran pada anak
meningkat
HASIL REFLEKSI
SETELAH MELAKUKAN PEMBELAJARAN
Nama : EKO PURWANINGSIH TK/KB/TPA :
Asri Lestari
NIM : 822303101 Kelompok : B
Program studi : S1 PG PAUD Pertemuan ke : 5
UPBJJ : Purwokerto Siklus : II
1) Bagaimana
reaksi anak terhadap proses pengembangan yang saya lakukan ?
Jawab : Sangat antusias, senang dalam pembelajaran
2) Secara
keseluruhan apa saja kelemahan saya dalam kegiatan pengembangan yang saya
lakukan ?
Jawab : Kurangnya persiapan pembelajaran dan pengelolaaan kelas
3) Secara
keseluruhan apa saja kelebihan saya dalam pengembangan lakukan ?
Jawab : Melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan RKH,
menggunakan media yang berada dengan pembelajaran sebelumnya / bervariasi
4) Hal-hal
unik apa yang saya temui dalam kegiatan pengembangan ?
Jawab : Anak-anak mampu membaca dan berebut membaca dengan
menggunakan media Big Book
5) Setelah
mengetahui kelemahan dan kelebihan saya, maka apa yang akan saya lakukan untuk
meningkatkan kualitas kegiatan pengembangan berikutnya ?
Jawab : Melakukan pembelajaran yang lebih menarik, kreatif agaranak
antusias dalam pembelajaran dan
menggunakan alat peraga yang
menarik untuk anak.
B. Pembahasan
Tiap Siklus
Secara keseluruhan hasil penelitian tindakan kelas ini ada
hasil yang positif. Hasil ini tampak pada kemampuan belajar anak maupun pada
aktivitas menceritakan dalam membuat laporan pengamatan di obyek. Peningkatan
yang terjadi pada kemampuan hasil belajar anak dapat disebabkan karena belajar
lebih banyak, disebabkan karena belajar lebih banyak mengemukakan pendapat dari
hasil pengamatan secara sistimatis dengan Big Book yang benar bersama dengan
bimbingan guru secara teoritis memang dapat membantu dalam kegiatan
pembelajaran tersebut dengan caranya sendiri, dengan teman atau anggota
kelompok lain lebih saling terbuka, da nada rasa senang, ada rasa percaya diri
yang meningkat terutama pada siklus yang ke – 2. Kondisi semacam ini akan mampu
meningkatkan kegairahan belajar sehingga dapat meningkatkan kemampuan belajar.
Peningkatan pada aktivitas belajar, juga terjadi karena
anak tidak merasa ada penekanan belajar melalui system yang benar dalam
menceritakan anak merasa puas dengan hasil tulisannya, yang dipilihnya sendiri
dari hasil pengamatannya. Apabila terjadi kekeliruan juga tidak segan-segan
bertanya kepada temannya dendiri. Tidak ada rasa segan dan tidak ada tekanan
secara psikologis sehingga belajar dapat berjalan sesuai dengan ketentuan
membaca Big Book, oleh karena itu makna aktivitas belajar menjadi lebih alami,
hidup dan sistimatis.
Hasil penelitian selama dilaksanakan tindakan di dalam kelas, dapat
dipaparkan sebagai berikut :
1. Pada
siklus ke – 1 yang dilaksanakan pada hari Senin, 8 September 2014 sampai Jumat
12 September 2014. Diperoleh data akhir bahwa rata-rata skor aktivitas belajar
mencapai 75 %. Peningkatan aktivitas belajar anak yang terjadi pada siklus ke –
1 sesuai data tersebut. Berarti ada peningkatan besar 16 % dari kondisi awal
yang hanya 44 %.
Bila melihat perolehan data dari segi kemampuan belajar pada siklus ke –
1 juga menunjukkan bahwa pemanfaatan membaca permulaan dan pengenalan kata
melalui Big Book dapat meningkatkan kemampuan belajar anak pada mata pelajaran
membaca pada anak Kelompok B, PAUD KB ASRI LESTARI, Jeruklegi Wetan, Kecamatan
Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Tahun 2014 – 2015 meskipun rata-rata kemampuan
yang diperoleh baru sebesar 60,5 %. Bila dibandingkan dengan indicator kinerja
maka peningkatan rata-rata kemampuan pada siklus ke – 1 ini mencapai kriteria
sedang. Secara persentase, kenaikan rata-rata nilai dari kondisi awal berarti
naik 16,5 % pada siklus ke – 1 ini.
2. Pada
siklus ke – 2 yang dilaksanakan pada Senin 15 September 2014 sampai Jumat, 19
September 2014, diperoleh data akhir bahwa rata-rata skor aktivitas belajar
mencapai 87 %. Peningkatan aktivitas belajar anak yang terjadi pada siklus ke –
2 sesuai data tersebut, berarti ada peningkatan sebesar 16 % dari kondisi awal
yang hanya 44 %. Bila dikomparasikan dengan hasil pada siklus ke – 1, berarti
ada peningkatan sebesar 22 % dari kondisi awal yang hanya 44 %. Ini berarti
melalui Big Book baik pada siklus ke – 1 maupun siklus ke – 2 dapat memberikan
pengaruh positif terhadap semangat belajar anak. Perolehan data dari segi
kemampuan belajar pada siklus ke – 2 menunjukkan bahwa penggunaan konsep Big
Book dapat meningkatkan kemampuan belajar anak pada pelajaran membaca.
Pernyataan tersebut mendasarkan pada rata-rata kemampuan yang diperoleh sebesar
82 % bila dibandingkan dengan indicator kinerja maka peningkatan rata-rata
nilai pada siklus ke – 2 ini mencapai kriteria sedang, karena diantara 75 – 85.
Peningkatan aktivitas belajar dan kemampuan belajar pada siklus kedua
semakin tinggi disebabkan karena : Anak telah mengenal cara membaca permulaan
dan pengenalan kata melalui konsep Big Book. Anak mencari berdiskusi kelompok
dengan antusias yang tinggi. Materi telah dibaca lebih dahulu dan sudah pernah
dilakukan di siklus 1. Percaya diri anak meningkat, komunikasi berjalan dengan
baik, karena membaca permulaan dan pengenalan kata dengan konsep Big Book
menggunakan kerangka berpikir yang alami bersama teman tanpa tekanan. Untuk
ketuntasan belajar anak dalam pembelajaran Bahasa tentang membaca permulaan dan
pengenalan kata pada anak Kelompok B, PAUD KB Asri Lestari Jeruklegi Wetan,
Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Tahun 2014 – 2015. Anak tuntas belajar
pada siklus – 1, 11 anak tuntas berarti ada kenaikan 3 anak atau meningkat
menjadi 60,5 %. Anak tuntas pada siklus – 2 menjadi 15 anak berarti ada
peningkatan yang sangat baik yakni menjadi 82,5 % dari kondisi awal, hal ini
telah dibuktikan melalui beberapa penjelasan baik melalui table, paparan maupun
diagram pada masing-masing siklus dan perbandingan hasilnya secara keseluruhan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas tentang
kemampuan membaca permulaan dan pengenalan kata melalui Big Book dapat
meningkatkan kemampuan belajar pada anak Kelompok B, PAUD KB Asri Lestari, Desa
Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Tahun 2014 – 2015,
dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Melalui
media Big Book dapat meningkatkan aktivitas belajar membaca permulaan dan
pengenalan kata melalui Big Book pada anak Kelompok B, PAUD KB Asri Lestari,
Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.
2. Memudahkan
anak untuk menghafal huruf dan kata.
3. Melalui
media Big Book dapat meningkatkan kemampuan hasil belajar berbahasa tentang
membaca dan pengenalan kata.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian kelas diatas, maka disarankan :
1. Anak
perlu meningkatkan kemampuan membaca permulaan dan pengenalan kata yang teratur
dengan kerangka dan konsep yang benar.
2. Guru
sebaiknya meningkatkan kemampuan mengelola media-media yang bervariasi dan
metode yang bervariatif.
3. Anak
akan merasa senang dengan pembelajaran berbahasa terutama menceritakan.
4. Sekolah
sebaiknya menyediakan beberapa buku sumber yang cukup dan bervariasi.
5. Penggunaan
media pembelajaran yang bervariasi dan peningkatan kreativitas guru.
DAFTAR PUSTAKA
Soegeng
santoso, Dasar-dasar Pendidikan TK.
Jakarta : Universitas Terbuka, 2011.
Nurbiana
Dheni, dkk. Metode Pengembangan Bahasa.
Jakarta : Universitas Terbuka, 2011.
Solehuddin M. Pembaharuan Pendidikan TK. Tanggerang
Selatan : Universitas Terbuka, 2012.
Sri
Tatminingsih. Panduan Pemantapan
Kemampuan Profesional. Tanggerang Selatan : Universitas Terbuka, 2013.
IGAK Wardoni,
Kuswaya Wihardit. Penelitian Tindakan
Kelas. Tanggerang Selatan : Universitas Terbuka, 2013.
Udin S.
Winataputra, dkk. Teori Belajar dan
Pembelajaran. Jakarta : Universitas Terbuka, 2007
Siti Aisyah,
dkk. Perkembangan dan Konsep Dasar Pengembangan Anak Usia Dini.
Tangerang Selatan : Universitas Terbuka, 2012
Siti Aisyah,
dkk. Pembelajaran Terpadu. Tangerang
Selatan : Universitas Terbuka, 2012
Yuliani Nurani
Sujiono, dkk. Metode Pengembangan
Kognitif. Jakarta : Universitas Terbuka, 2009
Ali Nugraha. Kurikulum dan Bahan Belajar TK. Jakarta
: Universitas Terbuka, 2010
LAMPIRAN

Lampiran 1.
BIODATA PENELITI
Nama : Eko
Purwaningsih
Tempat, Tanggal
Lahir : Cilacap, 21 Oktober
1982
Alamat :
Dusun Wanasri RT 09 RW 06
Desa Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi
Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah
NIM :
822303101
Program studi : S1 PG PAUD
Tempat Mengajar : PAUD KB ASRI LESTARI
Jl. Samboja RT 05 RW 06
Desa Jeruklegi Wetan
Kecamatan Jeruklegi
Kabupaten Cilacap
Lampiran 2
Surat Kesediaan Berperan Sebagai
Supervisor 2 dalam Penyelenggaraan
PKP
Kepala
Kepala UPBJJ
Purwokerto
Di Purwokerto
Yang bertanda
tangan di bawah ini, menerangkan bahwa :
Nama :
Wahyu Tri Utama
NIP :
-
Tempat Mengajar : PAUD
KB Asri Lestari
Alamat Sekolah : Jl.
Samboja RT 09 RW 06 Desa Jeruklegi Wetan
Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap
Telepon :
085647818160
Menyatakan
bersedia berperan sebagai supervisor 2 dalam pelaksanaan PKP atas nama :
Nama :
Eko Purwaningsih
NIP :
822303101
Tempat Mengajar : S1 PG
PAUD
Alamat Sekolah : Jl.
Samboja RT 09 RW 06 Desa Jeruklegi Wetan
Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap
Telepon :
085647818160
Demikian agar
surat pernyataan ini dapat digunakan sebagaimana mestinya.
|
|
||||
Lampiran 3
Surat Kesediaan Berperan Sebagai
Penilai dalam Penyelenggaraan PKP
Kepada
Kepala UPBJJ
Purwokerto
Di Purwokerto
Yang bertanda
tangan di bawah ini, menerangkan bahwa :
Nama :
Muslimah, S.Pd
NIP :
1960 0704200604 2 001
Tempat Mengajar : PAUD
KB Asri Lestari
Alamat Sekolah : Jl.
Samboja RT 09 RW 06 Desa Jeruklegi Wetan
Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap
Telepon :
085647818160
Menyatakan
bersedia berperan sebagai penilai pelaksanaan PKP atas nama :
Nama :
Eko Purwaningsih
NIM :
822303101
Program Studi : S1
PG PAUD
Tempat Mengajar : PAUD
KB Asri Lestari
Alamat Sekolah : Jl.
Samboja RT 09 RW 06 Desa Jeruklegi Wetan
Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap
Telepon :
085647818160
Demikian agar
surat pernyataan ini dapat digunakan sebagaimana mestinya.
|
||||
|
||||
Lampiran 4
Lampiran 5
FOTO DOKUMENTASI SIKLUS I



FOTO DOKUMENTASI SIKLUS II



Lampiran 6
JURNAL KEGIATAN PKP
Nama Mahasiswa : EKO PURWANINGSIH
Mengajar di TK/KB : KB ASRI LESTARI JERUKLEGI
Judul Perbaikan Kegiatan : Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan
dan Pengenalan
Kata Melalui Media Big Book
Kelompok B di PAUD
KB Asri Lestari Jeruklegi
Wetan Kecamatan
Jeruklegi Kabupaten Cilacap
|
No
|
Hari ke / Tanggal
|
Kegiatan Pembimbingan
|
Hasil / Komentar
|
Tindak Lanjut
|
Paraf
|
|
|
Mahasiswa
|
Supervisor 2
|
|||||
|
1
|
24/08/2014
|
Pengajuan Judul
|
ACC
|
|
|
|
|
2
|
31/08/2014
|
Pengajuan BAB I
|
ACC
|
|
|
|
|
3
|
07/09/2014
|
Pengajuan BAB II
|
|
Revisi BAB I
|
|
|
|
4
|
14/09/2014
|
Pengajuan BAB II
|
ACC
|
Lanjut BAB III
|
|
|
|
5
|
21/09/2014
|
Pengajuan BAB III
|
|
Revisi II
|
|
|
|
6
|
28/09/2014
|
Pengajuan BAB III
|
ACC
|
Lanjut BAB IV
|
|
|
|
7
|
05/10/2014
|
Pengajuan BAB IV
|
ACC
|
Lanjut BAB V dan lampiran
|
|
|
|
8
|
12/10/2014
|
Pengajuan BAB V dan Lampiran
|
ACC
|
|
|
|
|
Mengetahui
Supervisor I
RUSMININGSIH, S.Pd.M.Pd
NIP. 19611110 198012 2
005
No._A:
|
24 Agustus 2014
Supervisor 2
WAHYU TRI UTAMI, S.Pd
NIP.
No._A:
|





No comments:
Post a Comment