Wednesday, 29 July 2015

artikel tugas akhir kuliaah bagi guru PAUD



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Anak usia dini menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, ialah anak sejak lahir sampai usia enam tahun. Sementara itu, Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini menyatakan bahwa rentangan usia anak usia dini. Pendidikan anak usia dini mengacu pada pendidikan yang diberikan kepada anak usia 0 – 6 tahun atau sampai dengan 8 tahun. Sebenarnya, sejak anak masih ada dalam kandungan, pendidikan secara tidak langsung sudah diberikan oleh ibunya antara lain berwujud pembiasaan, kedisiplinan, kebersihan, keteraturan, kesehatan, gizi, ketenangan serta kesabaran. Kecerdasan intelektual anak sudah 80% berkembang sampai anak usia 8 tahun.
Salah satu tujuan pendidikan kita adalah mengoptimalkan kemampuan anak dan membantu mengembangkan kemampuan yang sempurna secara fisik, intelektual dan emosional. Dalam mengoptimalkan kemampuan pada anak tidak terlepas dari panduan guru. Peran guru yang diharapkan adalah guru yang mampu membangun pengetahuan anak dengan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya pada anak untuk bereksplorasi, sehingga anak mampu membangun pengetahuan dari apa yang dilakukan. Guru sebagai salah satu lingkungan yang dapat menunjang kreativitas berperan sebagai model, fasilitator, mediator dan inspiratory bagi anak dalam usaha memunculkan perilaku kreatif. Untuk itu guru harus memiliki tanggung jawab dan mampu menyediakan program-program yang menantang anak untuk bereksplorasi.
Kegiatan pembelajaran dengan berbagai peran guru seperti yang disebutkan diatas dalam kenyataan sering kali terjadi hambatan-hambatan baik yang dating dari pihak guru maupun anak, yang secara tidak langsung mempengaruhi suasana pembelajaran. Salah satu hambatan yang sering kali muncul adalah ketika guru harus menyediakan media yang sesuai dengan kegiatan yang akan dilakukan.
Membaca dan mengenal kata, dengan media yang menarik anak akan mengamati tentang persamaan dan perbedaan bentuk dan pengucapannya. Pengenalan huruf dan kata yang membantu anak dalam menghafal dan mengerti satu persatu huruf dan membaca. Untuk itu diperlukan penggunaan media membaca yang tepat.
Ketika peneliti memberikan kegiatan membaca permulaan dan pengenalan kata dengan membaca klasikal hasilnya belum maksimal, yang ditandai dengan masih sedikit anak yang mau membaca, dari hasil observasi terhadap 28 siswa, hanya 10 anak yang mampu membaca.
Kenyataan yang ada sekarang guru di PAUD KB ASRI LESTARI masih menggunakan papan tulis biasa dan buku biasa untuk mengajari membaca sehingga anak kurang bersemangat untuk mengikuti kegiatan yang disampaikan, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap hasil belajar anak yang tidak sesuai harapan guru.
Melihat hasil pembelajaran yang jauh dari indicator yang telah diterapkan peneliti kemudian mengidentifikasi masalah, sebagai berikut :
a.       Dalam kegiatan membaca, guru hanya menggunakan dengan Big Book yang tak berwarna dan klasikal.
b.      Anak kurang minat dengan kegiatan yang diberikan.
c.       Kurangnya kemampuan anak dalam menghafal / memahami huruf.
d.      Anak tidak menyelesaikan tugas.
Dari keempat masalah yang teridentifikasi, masalah yang akan dipecahkan adalah :
a.       Penggunaan metode secara variasi dalam pembelajaran membaca.
b.      Kurangnya alat peraga dalam pembelajaran pengenalan kata dan membaca.
c.       Guru belum memakai alat peraga yang dapat menarik minat anak.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan masalah yang sudah teridentifikasi permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut :
-          Bagaimana mengoptimalkan konsep Big Book sebagai upaya untuk meningkatkan minat anak dalam membaca dan pengenalan kata.
-          Bagaimana mengoptimalkan alat peraga berupa Big Book warna sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan anak dalam kegiatan membaca.

C.     Tujuan Perbaikan
1.      Tujuan Khusus
a.       Meningkatkan minat anak terhadap kegiatan membaca.
b.      Meningkatkan kemampuan anak terhadap kegiatan membaca.
2.      Tujuan Umum
Untuk memenuhi tugas akhir mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) pada program S1 PG PAUD.

D.    Manfaat Perbaikan
Perbaikan ini dharapkan bermanfaat bagi :
1.      Guru PAUD
-          Dapat membantu guru menjadikan kegiatan pembelajaran sebagai sesuatu yang dinamis, menarik dan menantang.
-          Mendorong guru agar lebih kreatif dalam menciptakan berbagai media dan kegiatan yang sesuai dengan situasi dan kebutuhan.
2.      Anak PAUD
Bagi anak PAUD Penelitian ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan minat dan kemampuan anak terhadap kegiatan menjadi senang dan kreatif.
3.      Sekolah
Bagi sekolah penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan oleh guru dapat meningkatkan kepercayaan terhadap sekolah, sehingga dapat berakibat pada meningkatnya jumlah orang tua yang mendaftarkan anaknya di sekolah yang bersangkutan.



BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.    Kajian Teori
Raines dan Canad (1990) berpendapat bahwa proses membaca bukanlah kegiatan menerjemahkan kata demi kata untuk memahami arti yang terdapat dalam membaca. Guru yang memahami konsep whole language akan memandang bahwa kegiatan membaca merupakan suatu proses mengonstruksi arti dimana terdapat interaksi antara tulisan yang dibaca anak dengan pengalaman yang diperolehnya. Tahap pertama dalam membaca adalah dengan melihat tulisan dan memprediksi artinya. Tahap kedua adalah memastikan arti tulisan yang diprediksi sebelumnya sehingga diperoleh keputusan untuk melanjutkan bacaan berikutnya meskipun terdapat kemungkinan kesalahan dalam memprediksi. Tahap ketiga adalah mengintegrasikan informasi baru dengan pengalaman sebelumnya. Dengan demikian, pemahaman tentang bacaan dapat diperoleh setelah anak membaca seluruh teks. Tingkat pemahaman anak dalam membaca sangat dipengaruhi oleh kualitas prediksi, contoh tulisan dan pengetahuan anak.
Berdasarkan beberapa penelitian (Goodman, Harse et al, smith, Taylor, Teale and Sulzby, dalam Raines dan Canad, 1990), perkembangan membaca awal merupakan proses interaktif dimana anak adalah peserta aktif.
Perkembangan membaca anak berlangsung dalam beberapa tahapan sebagai berikut :
1.      Tahap Fantasi (Magical Stage). Pada tahap ini anak mulai belajar menggunakan buku, melihat dan membalik lembaran buku ataupun membawa buku kesukaannya.
2.      Tahap Pembentukan Konsep Diri (Self Concept Stage). Pada tahap ini anak mulai memandang dirinya sebagai “pembaca” dimana terlihat keterlibatan anak dalam kegiatan membaca, berpura-pura membaca buku, memaknai gambar berdasarkan pengalaman yang diperoleh sebelumnya dan menggunakan bahasa buku yang tidak sesuai dengan tulisan.
3.      Tahap membaca gambar (Bridging Reading Stage). Pada tahap ini pada diri anak mulai tumbuh kesadaran akan tulisan dalam buku dan menemukan kata yang pernah ditemui sebelumnya, dapat mengungkapkan kata-kata yang bermakna dan berhubungan dengan dirinya, sudah mengenal tulisan kata-kata puisi, lagu dan sudah mengenal abjad.
4.      Tahap pengenalan bacaan (Take off Readet Stage). Anak mulai menggunakan tiga system isyarat (graphoponik, semantic dan sintaksis). Anak mulai tertarik pada bacaan, dapat mengingat tulisan dalam konteks tertentu, berusaha mengenal tanda-tanda pada lingkungan, serta membaca berbagai tanda seperti pada papan iklan, kotak susu, pasta gigi, dan lainnya.
5.      Tahap membaca lancar (Independent Reader Stage). Pada tahap ini anak dapat membaca berbagai jenis buku.
Durkin (1966 ; 1966) telah mengadakan penelitian tentang pengaruh membaca dini pada anak-anak. Dia menyimpulkan bahwa tidak ada efek negative pada anak-anak dari membaca dini. Anak-anak yang telah diajar membaca sebelum masuk SD pada umumnya lebih maju di sekolah dari anak-anak yang belum pernah memperoleh membaca dini.
Ahli lain yaitu Steinberg telah berhasil dalam eksperimennya tentang mengajar membaca dini untuk anak-anak berusia antara 1-4 tahun. Dia juga menemukan bahwa anak-anak yang telah mendapat pelajaran membaca dini pada umumnya lebih maju di sekolah.
Steinberg (1982 ; 214-215) mengemukakan bahwa setidaknya ada empat keuntungan mengajar anak membaca dini dilihat dari segi proses belajar mengajar :
1.      Belajar membaca dini memenuhi rasa ingin tahu anak.
2.      Situasi akrab dan informal dirumah dan di KB atau TK merupakan factor yang kondusif bagi anak untuk belajar.
3.      Anak-anak yang berusia dini pada umumnya perasa dan mudah terkesan, serta dapat diatur.
4.      Anak-anak yang berusia dini dapat mempelajari sesuatu dengan mudah dan cepat.
Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Leon hardt (1999 : 14) membaca sangat penting bagi anak. Anak-anak yang gemar membaca akan mempunyai rasa kebahasaan yang lebih tinggi. Mereka akan berbicara, menulis dan memahami gagasan-gagasan rumit secara lebih baik. Kegemaran membaca harus dikembangkan sejak dini.
Pendapat Montessori dan Hainstock mengemukakan bahwa pada usia 4-5 tahun anak sudah bias diajarkan membaca dan menulis. Bahkan membaca dan menulis merupakan permainan yang menyenangkan bagi anak usia dini. Hal ini diperkuat oleh Tom dan Harriet Sobol bahwa anak yang sudah memiliki kesiapan membaca di TK akan lebih percaya diri dan penuh kegembiraan (2003 : 26).

1)      Pengertian Membaca
Membaca merupakan keterampilan bahasa tulis yang bersifat reseptif. Kemampuan membaca termasuk kegiatan yang komplekas dan melibatkan berbagai keterampilan. Jadi, kegiatan membaca merupakan suatu kesatuan kegiatan yang terpadu yang mencakup beberapa kegiatan seperti mengenali huruf dan kata-kata, menghubungkannya dengan bunyi, maknanya serta menarik kesimpulan mengenai maskud bacaan. Anderson dkk (1985) memandang membaca sebagai suatu proses untuk memahami makna suatu tulisan. Proses yang dialami dalam membaca adalah berupa penyajian kembali dan penafsiran suatu kegiatan dimulai dari mengenali huruf, kata, ungkapan, frase, kalimat, dan wacana serta menghubungkannya dengan bunyi dan maknanya. Bahkan lebih jauh dari itu dalam kegiatan membaca. Pembaca menghubungkannya dengan maksud penulis berdasarkan pengalamannya.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan membaca terkait dengan (1) pengenalan huruf atau aksara (2) bunyi dari huruf atau rangkain huruf-huruf, dan (3) makna atau maksud, dan (4) pemahaman terhadap makna atau maksud berdasarkan konteks wacana.
Adapun menurut Hari (1970 : 3) membaca merupakan interpretasi yang bermakna dari symbol verbal yang tertulis / tercetak. Membaca adalah tindakan menyesuaikan arti kata dengan symbol-simbol verbal yang tertulis / tercetak. Sejalan dengan itu Kridalaksana (1993 : 13) juga mengemukakan bahwa membaca adalah “Ketrampilan mengenal dan memahami tulisan dalam bentuk urutan lambing-lambang grafis dan perubahannya menjadi wicara bermakna dalam bentuk pemahaman diam-diam atau pengujaran keras-keras”. Kegiatan membaca dapat bersuara, dapat pula tidak bersuara. Jadi, membaca pada hakikatnya adalah kegiatan fisik dan mental untuk menemukan makna dari tulisan.

2)      Pentingnya Kemampuan Membaca
Seperti dijelaskan pada pendahuluan, kemampuan membaca sangat penting dimiliki anak. Mary Leonhardt (1999 : 27) menyatakan ada beberapa alas an mengapa kita perlu menumbuhkan cinta membaca pada anak. Alasan-alasan tersebut adalah :
1.      Anak yang senang membaca akan membaca dengan baik, sebagian besar waktunya digunakan untuk membaca.
2.      Anak-anak yang gemar membaca akan mempunyai rasa kebahasaan yang lebih tinggi. Mereka akan berbicara, menulis, dan memahami gagasan-gagasan rumit secara lebih mudah.
3.      Membaca akan memberikan wawasan yang lebih luas dalam segala hal dan membuat belajar lebih mudah.
4.      Kegemaran membaca akan memberikan beragam perspektif kepala anak.
5.      Membaca dapat membantu anak-anak untuk memiliki rasa kasih saying.
6.      Anak-anak ynag gemar membaca dihadapkan pada suatu dunia yang penuh dengan kemungkinan dan kesempatan.
7.      Anak-anak yang gemar membaca akan mampu mengembangkan pola berfikir kreatif dalam diri mereka.

3)      Tujuan Membaca
Tujuan membaca memang sangat beragam, bergantung pada situasi dan berbagai kondisi pembaca. Secara umum tujuan ini dapat dibedakan sebagai berikut :
1.      Salah satu tujuan membaca ialah untuk mendapatkan informasi. Informasi yang dimaksud disini mencakup informasi tentang fakta dan kejadian sehari-hari sampai informasi tingkat tinggi tentang teori-teori serta penemuan dan temuan ilmiah canggih. Tujuan ini mungkin berkaitan dengan keinginan pembaca untuk mengembangkan diri.
2.      Ada orang-orang tertentu yang membaca dengan tujuan agar citra dirinya meningkat. Mereka ini mungkin membaca karya para penulis kenamaan, bukan karena berminat terhadap karya tersebut melainkan agar orang memberikan nilai positif terhadap diri mereka. Tentu saja kegiatan membaca bagi orang-orang semacam itu sama sekali tidak merupakan kebiasaannya, tetapi hanya dilakukan sekali-kali didepan orang lain.
3.      Ada kalanya orang membaca untuk melepaskan diri dari kenyataan, misalnya pada saat ia merasa jenuh, sedih, bahkan putus asa. Dalam hal ini membaca dapat merupakan submilasi atau penyaluran yang positif apalagi jika bacaan yang dipilihnya adalah bacaan yang bermanfaat yang sesuai dengan situasi yang sedang dihadapinya.
4.      Mungkin juga orang membaca untuk tujuan rekreatif, untuk mendapatkan kesenangan atau hiburan, seperti halnya menonton film atau bertamasya. Bacaan yang dipilih untuk tujuan ini ialah bacaan-bacaan ringan atau jenis bacaan yang disukainya, misalnya cerita tentang cinta, detektif, petualangan dan sebagainya.
5.      Kemingkinan lain, orang membaca tanpa tujuan apa-apa, hanya karena iseng, tidak tahu apa yang akan dilakukan , jadi hanya sekedar untuk mengisi waktu. Dalam situasi iseng itu, orang tidak memilih atau menentukan bacaan, apa saja dibaca ; iklan, cerita pendek, berita keluarga, lelucon, dan sebagainya. Kegiatan membaca seperti ini tentu lebih baik dilakukan dari pada pekerjaan iseng yang merusak atau bersifat negative.
6.      Tujuan membaca yang tinggi ialah mencari nilai-nilai keindahan atau pengalaman estetis dan nilai-nilai kehidupan lainnya. Dalam hal ini bacaan yang dipilih ialah karya bernilai sastra.

4)      Tahap-tahap Perkembangan Membaca
Kemampuan membaca pada anak berkembang dalam beberapa tahap. Menurut Cochrane Efal sebagaimana dikutip Brewer (1992 : 260) perkembangan dasar kemampuan membaca pada anak usia (4-6 tahun) berlangsung dalam lima tahap, yakni : (1) tahap fantasi (magical strage), (2) tahap pembentukan konsep diri (self concept strage), (3) tahap membaca gemar (brigging reading strage), (4) tahap pengenalan bacaan (sake off reader strage), dan (5) tahap membaca lancar (independent reader strage).

5)      Kemampuan-kemampuan Kesiapan membaca
Sebelum mengajarkan membaca pada anak, dasar-dasar kemampuan membaca atau kesiapan membaca perlu dikuasai oleh anak terlebih dahulu. Dasar-dasar kemampuan membaca ini diperlukan agar anak berhasil dalam membaca maupun menulis. Seperti dikemukakan oleh Miler bahwa sebelum anak diajarkan membaca perlu diketahui terlebih dahulu kesiapan membaca anak. Hal ini bertujuan agar kita dapat mengetahui apakah anak sudah siap diajarkan membaca. Disamping itu juga bertujuan agar dapat diketahui kemampuan kesiapan membaca khususnya apa yang sebaiknya diajarkan atau dikuatkan pada anak (1977 : 23). Adapun kemampuan-kemampuan kesiapan membaca yang akan dikembangkan itu adalah sebagai berikut.
1.      Kemampuan Membedakan Audtorial
Anak-anak harus belajar untuk memahami suara-suara umum dilingkungan mereka dan membedakan diantara suara-suara tersebut. Mereka harus memahami konsep volume, lompatan, petunjuk, durasi, rangkaian, tekanan tempo, pengulangan, dan kontras (suara) membedakan suara-suara huruf dalam alphabet ditaman kanak-kanak, terutama suara-suara yang dihasilkan oleh konsonan awal dalam kata.
2.      Kemampuan Diskriminasi Visual.
3.      Kemampuan (membuat) Hubungan Suara – Simbol.
4.      Kemampuan Perseptual Motoris.
5.      Kemampuan Bahasa Lisan.
6.      Membangun Sebuah Latar Belakang Pengalaman.
7.      Interpretasi Gambar.
8.      Progresi dari Kiri ke Kanan.
9.      Kemampuan Merangkai.
10.  Penggunaan Bahasa Mulut.
11.  Pengenalan Melihat Kata.
12.  Lateralisasi.
13.  Koordinasi Gerak.

6)      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Membaca
Kemampuan membaca seperti juga kemampuan menulis merupakan kegiatan yang kompleks, artinya banyak segi dan banyak faktor yang mempengaruhinya. Anderson (1990 : 34) mengemukakan faktor motivasi, lingkungan, keluarga dan guru sebagai factor yang sangat berpengaruh.
Pendapat yang senada juga dikemukakan oleh Tampubolon (1990 : 90-91) bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca dan menulis terbagi atas dua bagian, yaitu faktor endogen dan eksogen.
Faktor endogen adalah faktor-faktor perkembangan baik bersifat biologis, maupun psikologis dan linguistic yang timbul dari diri anak, sedangkan eksogen adalah faktor lingkungan. Kedua faktor ini saling terkait, dengan kata lain bahwa kemampuan membaca dan menulis dipengaruhi secara bersama. Lebih rinci akan diuraikan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca.
Faktor-faktor tersebut adalah :
1.      Motivasi
Faktor motivasi akan menjadi pendorong semangat anak untuk membaca. Motivasi merupakan faktor yang cukup besar pengaruhnya terhadap kemampuan membaca dalam situasi untuk membaca dapat dibedakan berdasarkan sumbernya.
2.      Lingkungan Keluarga
Marrew (1993) berpendapat berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya bahwa pembaca dini (yang telah pandai membaca sebelum masuk sekolah) berasal dari keluarga yang berbudaya tuli. Dalam keluarga seperti itu orang tua atau yang lebih besar berperan sebagai modal perilaku budaya tuli, sehingga sejak kecil anak telah terlihat dalam kegiatan baca tulis.
Leonhardt mengemukakan bahwa anak sangat memerlukan keteladanan dalam membaca.
Menurut Leichter (1984) perkembangan kemampuan membaca dan menulis dipengaruhi oleh keluarga dalam hal :
a.       Interaksi personal, pengalaman baca tulis bersama orang tua, saudara, anggota keluarga lain di rumah.
b.      Lingkungan Fisik
Lingkungan fisik mencakup bahan-bahan bacaan dirumah.
c.       Suasana yang penuh perasaan (emosional) dan memberikan dorongan (motivasional) yang cukup hubungan antara individu dirumah, terutama yang tercermin pada sikap membaca.
3.      Bahan Bacaan
Minat baca serta kemampuan membaca seseorang juga dipengaruhi oleh bahan bacaan. Bahan bacaan yang terlalu sulit untuk seseorang dapat mematikan selera untuk membaca. Sehubungan dengan bahan bacaan ini ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan yaitu topic atau isi bacaan dan keterbacaan bahan Bromley (1990) menyatakan bahwa bacaan anak-anak adalah bahan kritis dan media dalam mengajar komunikasi secara efektif.

7)      Proses Membaca
Sabarti mengemukakan bahwa agar pengembangan membaca dapat dilakukan secara konseptual, perlu diperhatikan beberapa butir teori yang berkaitan dengan perolehan kemampuan membaca. Adapun teori-teori tersebut dikemukakan oleh Morrow (1993) sebagai berikut :
1.      Membaca dipelajari melalui interaksi dan kolaborasi social artinya dalam proses pembelajaran membaca dan menulis situasi kelompok kecil memegang peranan penting.
2.      Anak belajar membaca sebagai hasil pengalaman kehidupan.
3.      Anak mempelajari keterampilan membaca bila mereka melihat tujuan dan kebutuhan proses membaca.
4.      Membaca dipelajari melalui pembelajaran keterampilan langsung.
5.      Holdoway (1986) menyatakan ada empat proses yang memungkinkan anak mempelajari kemampuan membaca. Pertama, pengamatan terhadap perilaku membaca, yaitu dengan dibacakan atau melihat orang dewasa membaca. Kedua, kolaborasi yaitu menjalin kerja sama dengan individu yang memberikan dorongan motivasi dan bantuan bila diperlukan. Ketiga, proses yaitu anak mencobakan sendiri apa yang sudah dipelajarinya. Keempat, unjuk kerja yaitu dengan berbagai apa yang sudah dipelajari dan mencari pengakuan dari orang dewasa.
6.      Kemampuan membaca melalui beberapa tahap. Tetapi setiap anak memiliki laju pencapaian tertulisnya sendiri
Mezon dan Morrow juga mengemukakan bahwa ada tiga rangkaian perilaku membaca yang berkembang secara terpisah yaitu perhatian terhadap fungsi bentuk dan konvensi cetakan. Kemudian Goodman (1984) dan Smith (1971) juga menyimpulkan bahwa pengenalan anak tentang fungsi cetakan (huruf) merupakan langkah pertama dalam proses membaca. Tahap kedua anak lebih memperhatikan bentuk cetakan secara lebih rinci. Selanjutnya pada tahap ketiga anak menyadari adanya konvensi bahwa tulisan dibaca dari kiri ke kanan, tanda baca digunakan dengan suatu maksud, jarak dipakai untuk memisahkan kata atau huruf dan seterusnya (Morrow, 1993).
8)      Tingkat-tingkat Perkembangan Membaca Anak
Perkembangan membaca abak dapat dibagi menjadi empat tingkatan dan setiap tingkatan memiliki cirinya masing-masing. Keempat tingkatan membaca tersebut adalah sebagai berikut.
1.      Beginning Reader (pembaca pemula)
Ciri-ciri dari beginning reader adalah : (a) Anak belajar bagaimana tulisan bekerja, kapan sebuah cerita atau tulisan lainnya mulai berakhir, dari mana tulisan dimulai; (b) Anak senang melihat tulisan dan senang apabila orang lain membacakan untuknya; (c) Anak mengerti bahwa pikiran dapat diwakili oleh tulisan; (d) Anak menunjukan perilaku seperti membaca; (e) Anak membaca tulisan yang diingatnya dan menggunakan gambar; (f) Anak sering kali dapat mendiktekan tulisan yang dapat diingatnya dan membacakannya pada orang lain; dan (g) Anak menanggapi dan mendiskusikan tulisan yang berhubungan dengan apa yang diketahuinya atau pengalamannya.
2.      Emergent Reader (pembaca tubuh)
Ciri-ciri dari emergent reader adalah : (a) Anak belajar bahasa tulisan adalah cara yang konsisten untuk menyatakan sebuah cerita atau informasi lainnya; (b) Gambar menolongnya mengerti tulisan; (c) Anak mulai mencocokan tulisan dengan ucapan dan mengamati hubungan suara dengan huruf; dan (d) Anak mulai bereksperimen dengan membaca dan berani mencoba membaca tulisan yang sederhana.
3.      Early Reader (pembaca awal)
Ciri-ciri early reader adalah : (a) Anak mulai percaya diri dalam menggunakan berbagai strategi termasuk struktur, arti dan tanda visual untuk mengidentifikasi dan memahami kata-kata dalam tulisan; (b) Anak dapat mengadaptasi cara membacanya pada berbagai macam tulisan; (c) Anak mengenali beberapa kata-kata, mengetahui banyak tentang membaca dan membaca tulisan-tulisan lainnya; (d) Masa ini sangat penting untuk memastikan bahwa kebiasaan membaca yang bermakna telah mapan pada dirinya.
4.      Fluen Reader (pembaca ahli)
Ciri-ciri fluen reader adalah : (a) Anak telah ahli dalam mengintegrasikan berbagai tanda dalam membaca untuk memakainya; (b) Anak melihat membaca sebagai suatu yang berguna dan otomatis; (c) Anak mempunyai kemampuan yang besar untuk menghubungkan antara apa yang diketahuinya dengan sesuatu yang baru; (d) Anak menghubungkan pesan dalam tulisan dengan pengalamannya untuk memahami isinya; (e) Anak membaca berbagai tulisan dan dapat meramalkan serta mengoreksi sendiri bacaannya untuk mendapatkan arti yang benar / sesungguhnya.

9)      Rancangan Kegiatan Pengembangan Membaca
Bromley menyatakan bahwa kita bias mempercepat / mendorong pertumbuhan bahasa pada anak dengan menyediakan kesempatan untuk menggunakan bahasa dan meningkatkan interaksi mereka dengan sesame dan keterlibatan mereka antara lain dengan mengaitkan dengan hal yang dekat dengan mereka.
Program seni berbahasa yang efektif mempunyai beberapa ciri antara lain.
1.      Integrasi
Keterampilan berbahasa dapat dihubungkan, diajarkan secara bersamaan. Mendengarkan, membaca dan menulis dapat dikembangkan bersama secara alami.
2.      Buku-buku
Keterampilan berbahasa akan diajarkan lebih efektif jika buku-bukunya berkualitas yang ditulis untuk dan tentang anak.
3.      Interaksi dan Keterlibatan
Anak belajar bahasa paling baik apabila mereka terlibat secara aktif menggunakan dan manipulasi bahasa dalam situasi nyata dan bermakna.
4.      Intruksi
Intruksi yang efektif meliputi bimbingan yang hati-hati dan penunjukan modal yang tepat. Guru harus mengetahui apa yang mereka nilai dan harapkan dari anak. Guru harus menunjukkan kepada anak bagaimana belajar, dan juga harus memfasilitasi belajar untuk mengetahui apa yang harus dikerjakan.

10)  Pembelajaran Bahasa Dengan Big Book
Konsep Big Book (buku besar) diperkenalkan oleh Holdaway (1979). Buku besar ini merupakan bagian dari pengalaman membaca buku bersama yang memperkenalkan gangguan tulisan dalam bentuk besar untuk tahapan membaca awal. Pendekatan pembelajaran dan bahan belajar ini dibuat berdasarkan kepercayaan bahwa anak mempunyai pengalaman dengan tulisan sebelum ia masuk Taman Kanak-kanak dan berdasarkan keyakinan bahwa rasa percaya diri dan antusiasme membaca anak harus dibangkitkan pada saat belajar membaca.
Big book adalah buku gambar yang dipilih untuk dibesarkan yang memiliki “Kualitas Khusus” (Karge, 1990) “ Kualitas Khusus” disini maksudnya adalah sebagai berikut :
a.       Sebuah Big Book harus dapat melibatkan ketertarikan anak dengan cepat karena gambar yang dimilikinya.
b.      Mengandung irama yang menarik bagi anak dan membuat tulisannya mudah diingat.
c.       Memiliki gambar yang besar.
d.      Ada tulisan yang diulang-ulang.
e.       Memuat kosa kata yang direncanakan dan sebagian dulang-ulang.
f.       Mempunyai plot dan alur cerita yang sederhana dan jelas.
g.      Seringkali memasukan unsur humor.
Big Book adalah suatu bahan belajar yang sekaligus merupakan suatu pendekatan dalam belajar. Karena penggunaan Big Book memerlukan suatu pendekatan tersendiri yang berbeda dengan penggunaan bahan belajar lainnya.
Keutamaan Big Book yang dikemukakan oleh para ahli, antara lain sebagai berikut :
a.       Big Book memberikan kesempatan kepada anak untuk terlibat dalam situasi nyata dengan cara yang tidak menakutkan (Holdaway, 1979). Dengan membaca Big Book bersama-sama didepan kelas, anak-anak akan memperoleh pengalaman membaca yang sebenarnya tanpa merasa takut salah.
b.      Big Book memungkinkan semua anak melihat tulisan yang sama manakala guru membaca tulisan tersebut (Goodman, 1986). Ukurannya yang besar membuat anak dapat melihat tulisan dalam Big Book yang sedang dibaca oleh mereka.
c.       Penggunaan Big Book memungkinkan anak-anak secara bersama-sama dan dengan bekerjasama memberi makna kepada tulisan di dalamnya (Hancock & Hill, 1987). Anak-anak akan terlibat dalam pemberian makna pada tulisan yang sedang dibaca oleh gurunya atau yang sedang mereka baca bersama. Pemberian makna pada tulisan dimungkinkan karena adanya gambar yang besar dan alur cerita yang dapat dimengerti oleh mereka.
d.      Big Book memberikan kesempatan kepada anak yang lambat dalam membaca untuk mengenali tulisan dengan bantuan guru dan teman-teman lainnya. Selain itu Big Book membuat guru dan anak berbagi keceriaan dan berbagi kegiatan secara bersama (Graham, 1987 dan Woodhouse, 1987).
e.       Big Book disukai semua anak termasuk mereka yang lambat dalam membaca karena dengan membaca Big Book bersama-sama akan timbul keberanian dan keyakinan dalam diri anak bahwa mereka “sudah bias” membaca (Woodhouse, 1987).
f.       Penggunaan Big Book akan mengembangkan kemampuan dasar anak dalam semua aspek bahasa yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis (Cohran – Smith, 1986; Morrow, 1988).
g.      Belajar dengan Big Book memberikan pengalaman social kepada anak yaitu dalam hal berbagi pengalaman pada saat anak-anak mengomentari gambar dan bacaan Big Book (Cohran – Smith, 1986; Morrow 1988).
h.      Meskipun Big Book adalah bahan bacaan, namun guru dapat menyelinginya dengan percakapan yang relevan mengenai isi cerita bersama anak sehingga topic bacaan akan semakin berkembang sesuai dengan pengalaman dan daya imajinasi anak (Cohran – Smith, 1986).

11)  Karakteristik Big Book
Big Book mempunyai ciri-ciri atau karakteristik tersendiri yang juga merupakan keutamaan Big Book sebagai bahan bacaan yang dapat dipergunakan untuk membelajarkan literasi kepada anak. Karakteristik Big Book ini diciptakan berdasarkan penelitian para ahli tentang bagaimana anak belajar literasi secara alami dan bagaimana memudahkan anak mempelajari system membaca melalui bahan bacaan yang sesungguhnya (bukan susunan huruf yang tidak mengandung arti).
Karakteristik Big Book tersebut adalah sebagai berikut :
a.       Pola pengulangan
Di bagian tertentu dalam Big Book perlu ada pengulangan kata-kata untuk memudahkan anak membaca dan mengingat bacaan sehingga pada kata-kata yang diulang tersebut anak akan mampu membaca dengan tepat dan penuh percaya diri. Pada umumnya kata-kata yang diulang ini akan dibaca oleh anak dengan suara lantang, pertanda bahwa mereka telah merasa menjadi pembaca mahir.
b.      Pola pengulangan kumulatif
Selain pengulangan kata-kata, dalam Big Book juga terdapat pengulangan sebagian yang sama dan bagian yang berbeda.
c.       Irama (seperti irama bayi / nursery rhymes)
Agar kegiatan membaca menjadi lebih menyenangkan, maka bacaan perlu diiramakan. Kata-kata atau bagian kalimat yang diulang biasanya lebih mudah diiramakan. Umumnya anak senang pada kegiatan membaca berirama.
d.      Pola bacaan berdasarkan pada budaya yang dikenal anak
Supaya anak mudah menangkap isi bacaan maka pola bacaan perlu disesuaikan dengan budaya yang dikenal anak sehari-hari.
e.       Alur cerita yang dapat ditebak
Alur cerita yang ditampilkan, hendaknya sederhana dan tidak terlalu rumit sehingga anak dapat menebak alur cerita yang sedang dibacanya (Rhodes, 1981).

B.     Kerangka Berfikir


 

























                 Gambar Bagian Kerangka Berfikir
Pada kondisi awal, peneliti melakukan pembelajaran tanpa menggunakan media kertas ternyata hasilnya belum sesuai dengan yang diharapkan. Kemudian peneliti melakukan tindakan pembelajaran melalui Big Book yang berwarna yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Pada kondisi akhir menunjukan peningkatan kemampuan anak.

C.     Hipotesis tindakan
Hipotesis dipenelitian ini adalah dengan menggunakan media Big Book berwarna maka minat dan kemampuan anak Kelompok B PAUD ASRI LESTARI JERUKLEGI.

D.    Kriteria Keberhasilan
Kriteria untuk mengukur tingkat keberhasilan upaya perbaikan pembelajaran adalah sebagai berikut :
1.      Proses perbaikan pembelajaran dinyatakan berhasil jika 80% dari jumlah anak telah mau / berminat mengikuti Kegiatan.
Kriteria nilai anak yaitu :              = T   = Tuntas
                                                      = BT = Belum Tuntas
2.      Proses perbaikan pembelajaran dinyatakan berhasil jika 80% dari jumlah anak telah mampu menyelesaikan tugas yang diberikan.
Kriteria penilaian anak yaitu :
(1)   =               = dengan bantuan       = Belum Tuntas
(2)   =               = tanpa bantuan          = Tuntas









BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN

A.    Subyek Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas B PAUD KB ASRI LESTARI Jeruklegi yang beralamat di Jl. Samboja RT 05 RW 06 Desa Jeruklegi Wetan Kecamatan Jeruklegi dengan jumlah siswa 18 anak yang terdiri dari 11 siswa putra dan 7 siswa putri. PAUD KB ASRI LESTARI didirikan pada tanggal 10 Juni 2005.
Adapun visi dan misi PAUD KB ASRI LESTARI Jeruklegi :
Visi           : Menjadi lembaga pendidikan yang terbaik dan berkualitas dalam
                   mendidik siswa, sehingga mampu memberikan bekal untuk    
                   mempersiapkan diri memasuki pendidikan selanjutnya.
Misi          : Melaksanakan proses pembelajaran yang efektif, kreatif dan
                   menyenangkan, sehingga siswa dapat berkembang secara optimal
                   sesuai potensi yang dimiliki.

Keterangan lain tentang identitas subyek penelitian ini antara lain :
Kelompok                                    : B
Semester / minggu            : I / VI dan VII
Tema                                : Lingkunganku
Bidang pengembangan    : Bahasa
Kompetensi Dasar            : Anak mampu membaca, memahami konsep huruf
  dan bentuknya.

Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan rincian jadwal sebagai berikut :
a.       Siklus pertama (I)       : Tanggal 8 sampai 12 September 2014.
b.      Siklus kedua (II)        : Tanggal 15 sampai 19 September 2014.
Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan dalam dua siklus perbaikan. Selama pelaksanaan proses pengumpulan data, peneliti dibantu oleh :
Nama                                : Wahyu Tri Utami
Pekerjaan                          : Guru
Tugas dalam Penelitian    : Mengobservasi selama kegiatan perbaikan
  dilaksanakan.
B.     Prosedur Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas, direncanakan pelaksanaan dengan 2 siklus, dan tiap-tiap siklus menggunakan 4 langkah, yaitu : 1) Perencanaan, 2) Tindakan, 3) Observasi, dan 4) Refleksi. Pada tahap tindakan, pembelajarannya menggunakan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Tahap Orientasi, 2) Tahap inti pembelajaran, dan 3) Penutup. Hasil refleksi terhadap tindakan yang akan dilaksanakan akan digunakan kembali untuk merevisi rencana berikutnya, bila tindakan belum berhasil memecahkan masalah. Lihat gambar berikut :


 





Gambar. 3.1 Spriral penelitian tindakan kelas (adaptasi dari Hopkins, 1993  : 48)

Setelah siklus – 1 dilaksanakan, sedangkan hasil belajar anak belum sesuai rencana, dan menemukan kekurangan yang perlu diperbaiki dalam refleksi maka dianjurkan untuk ada tindakan pada siklus berikutnya.
Apabila dalam pelaksanaan suatu siklus dalam dua kali pertemuan sudah berhasil memperbaiki pembelajaran, maka penelitian sudah berakhir atau dihentikan.

C.     Teknik dan Alat Pengumpulan Data, Analisa data
1.      Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini dapat diperoleh dari anak Kelompok B PAUD KB Asri Lestari Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi sebagai subyek penelitian dan juga dari guru atau teman sejawat selaku kolaborator.
2.      Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri 2 teknik yaitu : 1) Teknik tes / tugas, 2) Observasi. Tes Tugas digunakan untuk mengetahui tingkat perkembangan dan peningkatan kemmapuan belajar. Observasi untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan aktivitas pembelajaran pada anak.
3.      Alat Pengumpulan Data
Sesuai dengan teknik pengumpulan data yang digunakan, maka alat pengumpulan data yang digunakan berupa tugas dan lembar observasi anak. Untuk validitas data peneliti menggunakan validitas teoritik, yakni penyusunan tugas telah disusun berdasarkan materi yang sedang diajarkan dan sesuai dengan kurikulum, terlebih dahulu didiskusikan dengan kolaborator, terutama konsep penelitian, kejelasan makna dan kesesuaian dengan materi, sehingga tugas yang diperoleh secara teoritik dan kualitatif telah dianggap valid, dan dapat dipertanggung jawabkan sehingga dapat digunakan untuk pengumpulan data anak oleh penelitian.
4.      Analisis Data
Adapun analisis data pada penelitian ini menggunakan diskriptif komporatif dengan persentase, yaitu mendiskripsikan hasil tes tugas pada siklus I dengan indicator kinerja. Membandingkan hasil kemampuan siklus II dengan siklus pertama dan indicator kinerja baik membandingkan angka maupun persentasenya. Apabila ada peningkatan pada hasil tes dibandingkan dengan indicator kinerja berarti hipotesis pada penelitian ini diterima, atau sebaliknya.
Hasil observasi tentang aktivitas belajar anak, didiskripsikan tentang aktivitas pada kondisi awal pembelajaran dengan hasil refleksi pada setiap siklus. Bila secara kualitatif ada kemajuan maka penelitian ini membawa kemajuan pada aktivitas belajar anak, dan sebaliknya.


D.    Deskripsi Rencana Tiap Siklus
1.      Rencana Pelaksanaan
Kegiatan PTK diawali dengan adanya masalah yang dirasakan atau disadari oleh guru, sehingga guru perlu merenung atau melakukan refleksi agar masalah tersebut menjadi semakin jelas. Setelah permasalahan jelas langkah selanjutnya yaitu merencanakan, rencana akan menjadi acuan dalam melakukan tindakan. Melakukan tindakan merupakan realisasi rencana yang kita buat, selanjutnya untuk mengetahui apakah tindakan yang telah dilakukan sesuai dengan rencana perlu dilakukan adanya pengamatan, sebagai koreksi dan kekurangan tindakan perbaikan pembelajaran. Dari siklus tersebut akan berlangsung sampai beberapa jail dampai tercapai keberhasilan yang dikehendaki.
a.       Rencana Tindakan
Prosedur Pelaksanaan Tindakan Kelas (PTK), terdiri dari empat tahapan yaitu merencanakan, melakukan tindakan, mengamati dan melakukan refleksi. Keempat tahapan tersebut merupakan daur ulang yang hubungan keempatnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini.


 









Gambar 3. Tahap-tahap dalam PTK menurut Mills.
b.      Langkah-langkah Perbaikan Siklus I (8 sampai 12 September 2014).
1)      Tahap Perencanaan
-          Peneliti menyiapkan Satuan Kegiatan Harian (SKH).
-          Peneliti menyiapkan scenario perbaikan yang meliputi langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan oleh guru dan anak.
-          Peneliti membuat kesepakatan dengan observer untuk menentukan focus observasi dan kriteria yang akan digunakan.
-          Menyiapkan media.
2)      Tahap Pelaksanaan Tindakan
a)      Satuan Kegiatan Harian (SKH) ke – 1
1.      Kegiatan awal
-          Peneliti mengkondisikan anak sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.
2.      Kegiatan Inti
-          Peneliti mengadakan Tanya jawab tentang Big Book bergambar.
-          Peneliti menunjukan gambar di Big Book dan huruf berwarna di Big Book.
-          Peneliti menjelaskan tentang tugas yang harus anak kerjakan, yaitu menunjuk gambar dan menyebutkan huruf.
3.      Kegiatan Akhir
-          Peneliti mengulas dan menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan.
b)      Satuan Kegiatan Harian (SKH) ke – 2
1.      Kegiatan Awal
-          Peneliti mengkondisikan anak sebelum kegiatan pembelajaran dimulai dengan menyanyi lagu “Sekolahku”.
-          Peneliti mengulas kegiatan pada hari sebelumnya.
2.      Kegiatan Inti
-          Peneliti menjelaskan kepada anak cara mengelompokkan benda sesuai bentuknya.
-          Anak-anak mengikuti contoh yang telah diberikan peneliti.
3.      Kegiatan Akhir
-          Mengucap syair “Sekolahku”.
-          Peneliti mengulas dan menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan pada hari ini.
c)      Satuan Kegiatan Harian (SKH) ke – 3
1.      Kegiatan Awal
-          Peneliti mengkondisikan anak sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.
-          Peneliti mengulas kegiatan pada hari sebelumnya.
2.      Kegiatan Inti
-          Peneliti menjelaskan cara menggambar sepatu dan mencontohkannya kepada anak-anak.
-          Kemudian anak menggambar sepatu sesuai dengan contoh.
-          Anak-anak mewarnai gambar sepatu.
3.      Kegiatan Akhir
-          Menyelesaikan syair “Sekolahku”
-          Peneliti mengulas dan menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan pada hari ini.
d)     Satuan Kegiatan Harian (SKH) ke – 4
1.      Kegiatan Awal
-          Peneliti mengkondisikan anak sebelum kegiatan pembelajaran dimulai dengan menyanyi bersama
-          Peneliti mengulas kegiatan pada hari sebelumnya.
2.      Kegiatan Inti
-          Peneliti memberi contoh cara membaca dengan Big Book dengan warna dan gambar berbeda.
-          Anak-anak meronce dengan kartu huruf bervariasi untuk meningkatkan kreativitas anak.
3.      Kegiatan Akhir
-          Mengulang menyanyi lagu lama.
-          Peneliti mengulas dan menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan pada hari ini.
e)      Satuan Kegiatan Harian (SKH) ke – 5
1.      Kegiatan Awal
-          Peneliti mengkondisikan anak sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.
-          Peneliti mengulas kegiatan pada hari sebelumnya.
2.      Kegiatan Inti
-          Peneliti memberi contoh cara mengurutkan bentuk sesuai besar.
-          Anak-anak mengurutkan bentuk sesuai contoh.
-          Peneliti memberi penjelasan cara melipat bentuk buku.
3.      Kegiatan Akhir
-          Peneliti mengadakan evaluasi membaca dengan Big Book warna dengan bergantian.
-          Peneliti menilai hasil evaluasi siswa.
-          Peneliti mengulas dan menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan pada hari ini.
3)      Observasi
-          SKH 1
Observer memberikan masukan pada peneliti bahwa peneliti masih terlalu cepat didalam memberi penjelasan sehingga anak tidak paham isi penjelasan dengan baik.
-          SKH 2
Peneliti sebaiknya menggunakan alat peraga yang lebih besar dan berwarna sehingga mudah dilihat oleh siswa.
-          SKH 3
Dalam memberikan contoh bacaan dengan Big Book sebaiknya secara bertahap dari awal hingga akhir.
-          SKH 4
Siswa sebaiknya dibimbing dengan lebih intensif dengan bantuan guru yang lain agar peneliti lebih baik dalam menerangkan.
-          SKH 5
Siswa sebaiknya dievaluasi dengan lembar evaluasi yang sudah disiapkan untuk evaluasi membaca.
4)      Refleksi
Dalam SKH perbaikan 1 sampai 5, perbaikan anak sudah mulai menampakkan keberhasilan, tetapi belum maksimal, hal ini dapat dijadikan acuan dalam menyusun rencana tindakan siklus II.

c.       Langkah-langkah Perbaikan Siklus II (15 sampai 19 September 2014)
1.      Tahap Perencanaan
-          Peneliti menyiapkan Satuan Kegiatan Harian (SKH).
-          Peneliti menyiapkan scenario perbaikan yang meliputi langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan oleh guru dan anak.
-          Peneliti membuat kesepakatan dengan observer untuk menentukan focus observasi dan kriteria yang akan digunakan
-          Menyiapkan lembar observasi.
-          Menyiapkan media.
2.      Tahap Pelaksanaan Tindakan
a.       Satuan Kegiatan Harian (SKH) ke – 1
1.      Kegiatan Awal
-          Peneliti mengkondisikan anak sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Hal tersebut dilakukan pada SKH 1 – 5 seperti dilakukan pada tiap-tiap pembukaan pembelajaran.
-          Peneliti membagi anak menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4 kelompok.


2.      Kegiatan Inti
-          Peneliti memberi contoh mencari kata yang suku kata awalnya sama.
-          Anak-anak berlatih mengikuti contoh dari peneliti.
3.      Kegiatan Akhir
-          Peneliti mengulas dan menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan pada hari ini.
b.      Satuan Kegiatan Harian (SKH) ke – 2
1.      Kegiatan Inti
-          Peneliti menjelaskan cara menyusun huruf menjadi kata kepada anak.
-          Anak-anak mengikuti contoh yang diberikan guru dan lebih banyak berlatih.
2.      Kegiatan Akhir
-          Peneliti mengulas dan menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan pada hari ini.
c.       Satuan Kegiatan Harian (SKH) ke – 3
1.      Kegiatan Inti
-          Peneliti memberi penjelasan cara menggunakan Big Book berwarna.
-          Anak-anak berlatih membaca Big Book dengan lagu bersama-sama anak dalam kelompoknya.
2.      Kegiatan AKhir
-          Peneliti mengulas dan menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan pada hari ini.
d.      Satuan Kegiatan Harian (SKH) ke – 4
1.      Kegiatan Inti
-          Anak-anak melanjutkan kegiatan membaca dengan Big Book Warna pada hari sebelumnya.
-          Anak-anak bertanya pada peneliti bila mengalami kesulitan.

2.      Kegiatan Akhir
-          Peneliti mengulas dan menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan pada hari ini.
e.       Satuan Kegiatan Harian (SKH) ke – 5
1.      Kegiatan Inti
-          Peneliti memberi penjelasan kegiatan hari ini yaitu evaluasi membaca dengan menggunakan Big Book Berwarna.
-          Anak-anak melakukan kegiatan evaluasi membaca tanpa bimbingan guru.
-          Guru mengevaluasi hasil baca anak.
2.      Kegiatan AKhir
-          Peneliti mengulas dan menyimpulkan kegiatan evaluasi yang telah dilakukan siswa.
-          Peneliti memberi nilai.
-          Peneliti memberikan pujian kepada siswa
3.      Observasi
Pada siklus II ini, peneliti sudah melaksanakan proses pembelajaran lebih baik dari pada sebelumnya. Peneliti menjelaskan materi menggunakan alat peraga Big Book sehingga menjadi lebih menarik dan anak merasa lebih antusias mengikuti kegiatan pembelajaran. Anak lebih aktif disbanding pada siklus I dalam proses pembelajaran mulai dari Tanya jawab sampai dengan mengerjakan lembar kerja yang diberikan peneliti. Semua kriteria observasi telah dipenuhi, dan hasil belajar anak dalam pembelajaran mengenal huruf dan membaca menggunakan Big Book berwarna telah sesuai dengan yang diharapkan.
4.      Refleksi
Secara keseluruhan, berdasarkan hasil pengamatan, peneliti telah berhasil meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal huruf dan membaca menjadi kata melalui media Big Book berwarna. Hal tersebut mungkin disebabkan oleh pengelompokkan anak yang sudah tergolong kecil jumlah anggota kelompoknya sehingga anak lebih aktif dan penggunaan alat peraga Big Book berwarna serta proses pembelajaran yang lebih menarik sehingga motivasi belajar dan hasil belajar anak lebih bermakna.




























BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.    Hasil Perbaikan Tiap Siklus
1.      Diskripsi Kondisi Awal
Berdasarkan hasil observasi dan pengalaman peneliti dalam pembelajaran berbahasa anak yakni kemampuan membaca permulaan dan pengenalan kata melalui media Big Book ditemukan fakta tentang kondisi awal pada anak kelompok B, PAUD KB Asri Lestari Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap Tahun 2014 – 2015, sebagai berikut :
Pembelajaran bahasa tentang kemampuan membaca permulaan dan pengenalan kata melalui media Big Book masih berpusat pada guru dan penggunaan metode ceramah masih dominan.
Pembelajaran tentang membaca permulaan dan pengenalan kata kurang menarik bagi anak, aktivitas anak dalam pembelajaran terkesan kurang bersemangat. Kemampuan membaca permulaan dan pengenalan kata antar anak masih rendah. Pengelolaan anak dalam belajar monoton, jarang dengan model lain. Kendala yang dihadapi dalam pembelajaran antara lain :
a.       Materi kurang spesifik.
b.      Kurangnya buku sumber lain di TK.
c.       Aktivitas anak dalam pembelajaran belum diupayakan secara optimal.
d.      Kemampuan belajar membaca masih rendah.
e.       Penggunaan metode pembelajaran belum bervariasi.
f.       Kerja sama dengan guru dan kepala sekolah masih kurang.
g.      Guru terkesan malas untuk memberikan latihan-latihan.
Sedangkan untuk ketuntasan belajar dari mulai kondisi awal hingga siklus – 2 dapat dilihat pada table 4.1 berikut ini:


Table 4.1 rekapitulasi hasil ketuntasan belajar kondisi awal siklus 1, siklus 2.
No
Kegiatan
Jumlah Anak
Anak Tuntas
Tuntas dalam persen (%)
Anak belum tuntas
Belum tuntas dalam persen (%)
1.
Kondisi Awal
18
8
44 %
12
66 %
2.
Siklus – 1
18
11
60,5 %
7
38,5 %
3.
Siklus – 2
18
15
82,5 %
3
16,5 %








Dari melihat table ketuntasan belajar anak diatas memperoleh keterangan sebagai berikut :
1.      Anak tuntas belajar pada kondisi awal hanya 8 anak berarti baru mencapai peningkatan 44 %.
2.      Anak tuntas belajar pada siklus I, II anak berarti ada kenaikan 3 anak atau meningkat menjadi 60,5 %.
3.      Anak tuntas pada siklus 2 menjadi 15 anak berarti ada peningkatan yang sangat signifikan yakni menjadi 82,5 %.
Dari melihat table tersebut diatas hasil ketuntasan belajar pada tiap siklusnya mengalami peningkatan hal ini menunjukan bahwa pemanfaatan Big Book sangat berpengaruh pada ketuntasan belajar anak sehingga secara otomatis kemampuan belajarpun meningkat. Agar memperjelas pada pemaparan tersebut diatas dapat disajikan dalam bentuk diagram batang 4.1 dibawah ini :




Diagram 4.1 hasil tuntas belajar dan tidak tuntas belajar pada kondisi awal, siklus 1, siklus 2.
Dari grafik atau diagram batang diatas dijelaskan bahwa ketuntasan peningkatan pada tiap-tiap siklus semakin membaik, sedangkan untuk ketidaktuntasan anak pada siklus – 1 makin menurun dan sangat menurun pada siklus terakhir. Untuk ketuntasan belajar anak naik hingga 82,5 % dari kondisi awal yang hanya 44 %. Sedangkan untuk ketidak tuntasan anak turun menjadi 16,5 % pada siklus – 2.
Sedangkan untuk hasil kemampuan belajar dan aktivitas belajar anak dengan membandingkan hasil tiap siklus akan dibahas pada tiap-tiap siklus dibawah ini.

2.      Hasil Penelitian
a.       Hasil Penelitian Pada Siklus ke – 1
Pada siklus – 1, pembelajaran dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 8 September 2014 sampai 12 September 2014. Perencanaan berjalan sesuai program. Pembelajaran melalui tiga tahapan, sesuai rencana. Anak aktif dalam kelompok. Hanya arus pertanyaan dari kelompok lain terasa belum berjalan dengan baik. Ketika diberikan tugas dan contoh membaca oleh guru ramai. Kerjasama belum berjalan dengan semestinya. Masih banyak anggota kelompok yang pasif. Namun secara garis besar terjadi peningkatan aktivitas anak dalam pembelajaran, yakni 16,5 % dari harapan. Hal tersebut sesuai dengan hasil observasi pada table 4.2 berikut :
Table 4.2 Rekapitulasi hasil observasi aktivitas belajar anak siklus   ke-1
No
Unsur Penilaian
Skor Harapan (%)
Skor Perolehan (%)
1.
Minat anak dalam pembelajaran.
20
15
2.
Intensitas Tanya jawab siswa dengan anggota kelompok.
15
11
3.
Minat anak dalam berkomunikasi.
10
7
4.
Intensitas anak dalam membaca Big Book.
15
7
5.
Keaktivan anak dalam mengerjakan lembar kerja.
10
8
6.
Keantusiasan anak dalam mencari informasi di kelompok.
15
10
7.
Unjuk kerja anak dalam berdiskusi.
15
17

JUMLAH
100
75

Melihat table rekapitulasi perolehan skor observasi tentang aktivitas belajar pada siklus – 1. Menunjukkan kenaikan yang cukup menggembirakan, melihat antusias anak dalam melaksanakan pembelajaran membaca permulaan dan pengenalan kata melalui media Big Book sangat mempengaruhi hasil belajar anak. Peningkatan aktivitas belajar siklus – 1, memperoleh skor 75 %, berarti meningkat 16,5 % dari kondisi awal yang hanya 44 %.
Dalam penelitian tindakan kelas siklus – 1, hasil kemampuan belajar, dari hasil pekerjaan anak mengerjakan lembar kerja 1, rata-rata kemampuan yang diperoleh sebesar 60,5 %. Hasil ini berarti terdapat peningkatan pada kategori sedang. Menurut rencana penelitian ini berarti mencapai hasil pada siklus ke – 1, sebab harapan yang dicanangkan pada siklus ke – 1 memang anak dapat mencapai kategori sedang. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 4.3 berikut :

Table 4.3 Rekapitulasi Hasil Kemampuan Anak Siklus – 1
No
Nama Anak
L/P
Tuntas / Belum Tuntas
1
Muhammad Zaherul Fatah
L
Tuntas
2
Faizal Aziz
L
Belum Tuntas
3
Ringgit Setia Ramadhan
L
Tuntas
4
Zulfa Dliaul Jannah
P
Belum Tuntas
5
Nailul Izzah
P
Tuntas
6
Anindita Belia Putri
P
Tuntas
7
Anisa Rahmawati
P
Tuntas
8
Bima Frisko Adi
L
Belum Tuntas
9
Alia Fitriani
P
Belum Tuntas
10
Safa Habibi
L
Tuntas
11
Ilham Satrio
L
Belum Tuntas
12
Indah Safitri
P
Tuntas
13
Rafi Ahmad Masruri
L
Tuntas
14
Rifa Zanuar Pristianto
L
Tuntas
15
Rehan Saputra
L
Belum Tuntas
16
Yoga Pratama
L
Belum Tuntas
17
Dika Azis Saputra
L
Tuntas
18
Zahratu sakinah
P
Tuntas





Anak mampu/Tuntas
L : 11
T : 11  = 60,5 %

Anak belum mampu
P : 7
B : 7    = 39,5 %

Hasil kemampuan belajar anak pada kondisi awal kemampuan anak baru memperoleh rata-rata kelas 44 % pada siklus – 1 menjadi 60,5 %. Baik hasil aktivitas maupun kemampuan belajar anak pada siklus – 1 memperoleh hasil meningkat agar dapat membandingkan masing-masing hasil dapat dilihat pada diagram 4.2 dibawah ini.

Diagram 4.2 hasil aktivitas dan kemampuan belajar kondisi awal dan siklus 1.

b.      Hasil Penelitian Pada Siklus ke – 2
Pembelajaran pada siklus ke – 2 dilaksanakan pada hari Senin 15 September 2014 sampai Jumat 19 September 2014, berjalan sesuai rencana. Perencanaan berjalan sesuai program. Pembelajaran melalui tiga tahap, sesuai rencana. Anak aktif dalam kelompok. Guru memberikan tugas, siswa membaca gambar dan kata dengan menggunakan Big Book warna kemudian diberikan tugas secara runtut dan berkesinambungan, bersama guru tentang pokok-pokok pikiran yang ada pada cerita di Big Book warna. Arus pertanyaan dari peserta kepada peserta lain berjalan dengan baik. Kerja sama tampak berjalan dengan baik dan antusias. Semua anggota kelompok aktif melakukan kegiatan belajar.  Secara umum pada siklus ke – 2 ini terjadi peningkatan yang cukup tinggi pada aktivitas anak dalam pembelajaran. Persentase rata-rata hasil observasinya mencapai 87 % selengkapnya dapat dilihat pada table 4.4 berikut :

Table 4.4 Rekapitulasi hasil observasi Aktivitas Belajar Anak Siklus ke – 2
No
Unsur Penilaian
Skor Harapan (%)
Skor perolehan (%)
1
Minat anak dalam pembelajaran.
20
18
2
Intensitas Tanya jawab dengan anggota kelompok.
15
13
3
Minat anak dalam berkomunikasi.
10
9
4
Intensitas anak dalam membaca Big Book warna.
15
14
5
Keaktifan anak dalam mengerjakan lembar kerja.
10
9
6
Keantusiasan anak dalam mencari informasi di kelompok.
15
13
7
Unjuk kerja anak dalam berdiskusi.
15
14

Jumlah
100
87

Setelah melihat table rekapitulasi perolehan sekor observasi tentang aktivitas belajar pada siklus – 2, dan membandingkan dengan perolehan siklus – 1 menunjukkan kenaikan yang cukup menggembirakan, melihat antusias anak dalam melaksanakan pembelajaran membaca permulaan dan pengenalan kata melalui media Big Book warna, dan sangat mempengaruhi hasil belajar anak.
Peningkatan aktivitas belajar siklus – 2 memperoleh skor 87 % berarti meningkat 16 % dari siklus – 1 memperoleh skor 75 %.
Sedangakn hasil kemampuan belajar dari hasil pekerjaan anak mengerjakan lembar kerja 2, rata-rata kemampuan anak yang diperoleh sebesar 80,5 %.
Hasil ini berarti terdapat peningkatan pada katagori sedang.
Menurut rencana penelitian ini berarti mencapai hasil pada siklus ke – 2, sebab harapan yang dicanangkan pada siklus ke – 2 hanya sampai katagori sedang. Setelah merefleksi hasil tindakan siklus – 2 ini ternyata untuk pelaksanaan tindakan memperoleh hasil yang cukup signifikan, untuk dapat memperjelas dapat dilihat pada table 4.5 di bawah ini :

Table 4.5 Rekapitulasi hasil kemampuan belajar anak siklus – 2
No
Nama Anak
L/P
Tuntas / Belum Tuntas
1
Muhammad Zaherul Fatah
L
Tuntas
2
Faizal Aziz
L
Tuntas
3
Ringgit Setia Ramadhan
L
Tuntas
4
Zulfa Dliaul Jannah
P
Tuntas
5
Nailul Izzah
P
Tuntas
6
Anindita Belia Putri
P
Tuntas
7
Anisa Rahmawati
P
Tuntas
8
Bima Frisko Adi
L
Belum Tuntas
9
Alia Fitriani
P
Belum Tuntas
10
Safa Habibi
L
Tuntas
11
Ilham Satrio
L
Tuntas
12
Indah Safitri
P
Tuntas
13
Rafi Ahmad Masruri
L
Tuntas
14
Rifa Zanuar Pristianto
L
Tuntas
15
Rehan Saputra
L
Belum Tuntas
16
Yoga Pratama
L
Tuntas
17
Dika Azis Saputra
L
Tuntas
18
Zahratu sakinah
P
Tuntas





Anak mampu/Tuntas
L : 11
T   : 15  = 82,5 %

Anak belum mampu
P : 7
BT : 3    = 16,5 %

Dari memperhatikan table 4.5 diatas tentang hasil kemampuan anak pada siklus – 2 dapat dijelaskan sebagai berikut :
1.      Hasil kemampuan membaca permulaan dan pengenalan kata pada siklus – 2 meningkat 22 % dari siklus – 1 ke siklus – 2, yakni dari rata-rata anak mampu 60,5 % menjadi 82,5 %.
2.      Hasil kemampuan anak membaca permulaan dan pengenalan kata siklus – 2 meningkat 80 % dari kondisi awal, yakni dari nilai rata-rata kelas 44 % menjadi 82,5 %.

Untuk lebih memperjelas tentang hasil kemampuan belajar maupun aktivitas belajar anak dan dapat membandingkan antara siklus – 1 dan siklus – 2 dapat dilihat pada diagram 4.3 di bawah ini :

Diagram 4.3 hasil aktivitas dan kemampuan belajar abak siklus – 1 dan siklus – 2.
Setelah memperhatikan hasil aktivitas, maupun kemampuan belajar anak diatas, baik melalui paparan maupun table dan diagram diatas peneliti bersama-sama dengan kolaborator setelah merefleksi hasil kegiatan tindakan kelas, menyatakan bahwa pelaksanaan tindakan kelas dihentikan karena hasil pada siklus – 2 telah mencapai tingkat keberhasilan sesuai dengan indicator kinerja.
Untuk peningkatan kemampuan belajar naik 82,5 %.

RANCANGAN KEGIATAN TIAP SIKLUS

Siklus                          : Pertama
Tema                           : Lingkunganku / Sekolah
Kelompok                   : B
Tanggal                       : 8 September – 12 September 2014

Tujuan Perbaikan        : Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Dan Pengenalan Kata
  Melalui Media Big Book Kelompok B Di PAUD Kelompok Bermain
  Asri Lestari.
Identifikasi Masalah :
(1)   Kegiatan membaca yang tidak sesuai harapan.
(2)   Sebagian besar anak tidak mendengar dan menyimak saat kegiatan membaca.
(3)   Pada kegiatan menyanyi, hamper semua anak rebut dan cenderung malas maju kedepan.
(4)   Saat kegiatan membaca hampir semua anak belum mampu menghafal dan memahami kata-kata yang ada pada buku dan gambar.

Analisis Masalah
Dari keempat masalah yang teridentifikasi, masalah yang akan dipecahkan adalah kurangnya kemampuan membaca permulaan dan pengenalan kata. Ini merupakan masalah yang berat dan dapat menimbulkan masalah baru. Penyebab masalah tersebut adalah kurangnya media yang digunakan guru untuk melatih membaca anak yang sesuai dengan perkembangan membaca permulaan anak, dan perkembangan membaca anak belum mencapai kematangannya.
Masalah penggunaan media yang kurang sesuai dengan tingkat perkembangan anak dalam membaca permulaan dan pengenalan kata dapat diatasi dengan menggunakan media Big Book.
Rumusan Masalah
Bagaimanakah peningkatan kemampuan membaca permulaan dan pengenalan kata melalui media Big Book Kelompok B di PAUD KB Asri Lestari ?.

Rencana Kegiatan Siklus I :
RKH Ke
Pembukaan
Inti
Penutup
I
Bercakap-cakap cara menjaga dan memelihara perlengkapan sekolah.
1.      Pemberian tugas membaca huruf dan gambar Big Book.
2.      Mencocok gambar topi.
3.      Mencari jejak (maze) mencari perlengkapan sekolah.
1.      Menyanyi bersama “Ke Sekolah”.
2.      Mengulas kegiatan awal.
II
Menyanyi individu “Aku Mulai Sekolah”.
Bercakap-cakap tentang kegunaan alat sekolah.
1.      Memasangkan bentuk sesuai dengan nama.
Missal : buku.
2.      Mengelompokkan benda sesuai bentuknya.
3.      Menebalkan huruf.
1.      Mengucap syair “Sekolahku”.
2.      Diskusi kegiatan hari ini.
III
Bermain kartu huruf berwarna.
1.      Menyebutkan macam-macam alat sekolah.
2.      Mewarnai gambar sepatu.
3.      Menggambar sepatu.
1.      Menyelesaikan syair “Sekolahku”.
2.      Mengingat kegiatan pada hari ini.
IV
Menyanyi bersama, bercerita.
1.      Meronce dengan pola warna merah, hijau, kuning.
2.      Menghubungkan gambar dengan tulisan.
3.      Menyusun balok.
1.      Mengulang lagu lama.
2.      Mengulas kegiatan hari ini.
V
Bermain tebak warna, bercerita.
1.      Mengurutkan bentuk sesuai dengan contoh.
2.      Melipat bentuk buku.
3.      Melukis.
4.      Siswa melaksanakan evaluasi membaca dengan Big Book.
1.      Mengucap syair.
2.      Menyampaikan harapan terhadap kegiatan hari ini.


RANCANGAN SIKLUS II

Siklus                          : Kedua
Tema                           : Lingkunganku / Rumah
Kelompok                   : B
Tanggal                       : 15 September – 19 September 2014

Tujuan Perbaikan        : Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Dan Pengenalan Kata
  Melalui Big Book Kelompok B Di PAUD Kelompok Bermain
  Asri Lestari.

Identifikasi Masalah :
(1)   Kegiatan membaca yang tidak sesuai harapan.
(2)   Sebagian anak masih kurang dalam minat membaca dan kurang antusias anak dalam pengenalan kata.
(3)   Dalam kegiatan kelompok anak masih kurang bekerja sama dengan temannya.
(4)   Saat kegiatan membaca masih ada beberapa anak belum mampu menghafal dan memahami kata-kata dan gambar pada Big Book berwarna.

Analisis Masalah
Dari keempat masalah yang teridentifikasi, masalah yang akan dipecahkan adalah kurang minat membaca dan antusias anak dalam pengenalan kata. Ini merupakan masalah yang berat dan dapat menimbulkan masalah baru. Penyebab masalah tersebut adalah kurang media yang menarik dan kreativitas dalam penyampaian membaca permulaan dan pengenalan kata yang digunakan oleh guru.

Masalah penggunaan media yang kurang sesuai dengan tingkat perkembangan anak dalam membaca permulaan dan pengenalan kata dapat diatasi dengan menggunakan media Big Book Warna.

Rumusan Masalah
Bagaimana meningkatkan minat baca anak dan kreativitas anak dalam membaca dan menghafal kata-kata melalui Media Big Book Warna di PAUD KB Asri Lestari ?.

Rencana Kegiatan Siklus II :
RKH Ke
Pembukaan
Inti
Penutup
I
1.      Berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan secara berurutan.
2.      Bercakap-cakap tentang rumah.
1.      Mencari kata yang suku kata awalannya sama.
2.      Menggunting gambar rumah.
3.      Membuat kolase gambar rumah.
1.      Mengucap syair “Rumahku”.
2.      Mengulas kegiatan awal.
II
1.      Doa.
2.      Berjalan maju pada garis lurus mengambil kartu huruf.
1.      Bermain menyampaikan pesan 4 kata.
2.      Menggambar bebas.
3.      Meronce manik-manik.
1.      Menyanyi bersama “Rumahku”.
2.      Mengulas kegiatan awal.
III
1.      Berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan secara berurutan.
2.      Berdiri satu kaki
1.      Melipat bentuk rumah.
2.      Membaca gambar dan menyebutkan huruf / suku kata.
3.      Bermain plastisin.
1.      Mengulang lagu lama.
2.      Mengulas kegiatan hari ini.
IV
1.      Menyanyi bersama.
2.      Mendengarkan cerita.
1.      Mengelompokkan gambar bunga sesuai warnanya.
2.      Menyusun balok.
3.      Melukis dengan jari bentuk rumah.
1.      Menghafal doa keluar dari rumah.
2.      Bernyanyi bersama lagu lama.
3.      Mengulas kegiatan hari ini.
V
1.      Bercakap-cakap tentang macam-macam rumah adat.
1.      Mencap dengan pelepah pisang.
2.      Menebalkan huruf.
3.      Siswa melaksanakan evaluasi membaca.
1.      Mengucap syair.
2.      Mengulas kegiatan hari ini.
3.      Menyampaikan harapan terhadap kegiatan hari ini.








SKENARIO PERBAIKAN

Tujuan Perbaikan        : Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan dan
                                      Pengenalan Kata Melalui Media Big Book
Siklus ke                      : I
Hari / tanggal              : Senin, 8 September 2014
Hal yang diperbaiki / ditingkatkan     : Meningkatkan minat membaca dan  
  antusias anak dalam pengenalan kata
a.       Kegiatan Pengembangan I (pembukaan) :
Ø Judul kegiatan bercakap-cakap cara menjaga dan memelihara perlengkapan sekolah
Ø Pengelolaan kelas :
1.      Penataan ruang diubah sehingga ada area kosong untuk membentuk lingkaran
2.      Pengorganisasian anak : posisi anak diubah menjadi bentuk lingkaran dengan posisi berdiri
Ø Langkah-langkah perbaikan :
1.      Guru bercakap-cakap bagaimana cara menjaga dan memelihara perlengkapan sekolah
2.      Guru bercakap-cakap dengan beberapa anak dan memberikan pertanyaan tentang memelihara perlengkapan sekolah
3.      Guru meminta anak untuk menyimak percakapan
4.      Guru meminta anak bercakap-cakap secara berkelompok

b.      Kegiatan Pengembangan II (Inti)
Ø Judul Kegiatan : Membaca huruf dan gambar Big Book
Ø Pengelolaan Kelas
1.      Penataan ruang : sama dengan kegiatan pembukaan, terdapat area kosong dengan karpet / tikar
2.      Pengorganisasian : anak-anak dan guru duduk di lantai dengan formasi setengah lingkaran. Posisi duduk guru lebih tinggi dari pada anak-anak
Ø Langkah-langkah perbaikan :
1.      Guru menyiapkan Big Book yang akan digunakan dan merapikan anak
2.      Guru menjelaskan aturan-aturan dalam kegiatan membaca ini
3.      Guru menyebutkan judul gambar pada Big Book
4.      Guru menjelaskan secara utuh, dan membacakan huruf dan kata, gambar pada Big Book
5.      Guru meminta setiap anak untuk membaca Big Book

c.       Kegiatan Pengembangan III (Penutup)
Ø Judul kegiatan : Menyanyi bersama Sekolahku
Ø Pengelolaan kelas
1.      Penataan ruang : Posisi kursi dan meja anak seperti biasa






 



2.      Pengorganisasian : anak-anak berdiri disamping mejanya masing-masing
Ø Langkah-langkah perbaikan
1.      Guru meminta anak berdiri
2.      Guru memberi contoh menyanyi lagu secara utuh
3.      Guru meminta anak menyanyikan lagu dengan la la la didahului oleh Ibu guru
4.      Guru menyanyikan baris demi baris
5.      Guru meminta anak mengikuti baris demi baris
6.      Guru mengajak anak menyanyi bersama
7.      Guru memberi reward dan umpan balik









Skenario Perbaikan

Tujuan Perbaikan        : Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan dan
                                      Pengenalan Kata Melalui Media Big Book
Siklus ke                      : II
Hari / tanggal              : Senin, 15 September 2014
Hal yang diperbaiki / ditingkatkan     : Meningkatkan minat membaca dan  
  antusias anak dalam pengenalan kata
a.       Kegiatan Pengembangan I (Pembukaan)
Ø Judul kegiatan : Bercakap-cakap tentang rumah
Ø Pengelolaan Kelas :
1.      Penataan ruang diubah sehingga terdapat area kosong untuk membentuk lingkaran
2.      Pengorganisaian anak ; Posisi anak diubah menjadi bentuk lingkaran dengan posisi berdiri
Ø Langkah-langkah perbaikan
1.      Guru bercakap-cakap dan Tanya jawab tentang keadaan dirumah anak
2.      Guru bercakap-cakap dengan beberapa anak dan memberikan pertanyaan
3.      Guru meminta anak untuk menyimak percakapan
4.      Guru meminta anak bercakap-cakap secara berkelompok

b.      Kegiatan Pengembangan II (Inti)
Ø Judul Kegiatan : Menggunting gambar rumah
Ø Pengelolaan kelas :
1.      Penataan ruang : sama dengan kegiatan pembukaan, terdapat area kosong dengan karpet / tikar
2.      Pengorganisasian : anak-anak dan guru duduk dilantai dengan formasi setengah lingkaran. Posisi duduk guru lebih tinggi dari pada anak-anak
Ø Langkah-langkah perbaikan :
1.      Guru menyiapkan gambar, gunting yang akan digunakan dan merapikan anak-anak
2.      Guru menjelaskan aturan-aturan dalam kegiatan menggunting ini
3.      Guru meminta anak menggunting dengan berkelompok dan bergantian
4.      Guru memerintah untuk mengumpulkan hasilkarya
5.      Guru memberi reward bagi anak rapih mengguntingnya

c.       Kegiatan Pengembangan III (Penutup)
Ø Judul kegiatan : Mengucap syair “Rumahku”
Ø Pengelolaan kelas
1.      Penataan ruang : Posisi kursi dan meja anak seperti biasa



2.      Pengorganisasian : anak-anak berdiri disamping mejanya masing-masing
Ø Langkah-langkah perbaikan
1.      Guru meminta anak berdiri
2.      Guru memberi contoh cara mengucap syair
3.      Guru meminta anak mengucap syair secara bersama-sama
4.      Guru memberi reward dan umpan balik













HASIL REFLEKSI
SETELAH MELAKUKAN PEMBELAJARAN

Nama                           : EKO PURWANINGSIH     TK/KB/TPA    : Asri Lestari
NIM                            : 822303101                            Kelompok       : B      
Program studi              : S1 PG PAUD                       Pertemuan ke  : 5
UPBJJ                         : Purwokerto                           Siklus              : I

1)      Bagaimana reaksi anak terhadap proses pengembangan yang saya lakukan ?
Jawab : Masih ada beberapa anak yang tidak focus ketika diberi penjelasan
           dan saat pembelajaran
2)      Secara keseluruhan apa saja kelemahan saya dalam kegiatan pengembangan yang saya lakukan ?
Jawab : Kurang bervariasi dalam menyampaikan pembelajaran dan alat
            peraga yang masih sederhana
3)       Secara keseluruhan apa saja kelebihan saya dalam pengembangan lakukan ?
Jawab : Berusaha melakukan pembelajaran sesuai dengan indicator dan RKH
4)      Hal-hal unik apa yang saya temui dalam kegiatan pengembangan ?
Jawab : Ketika saya melakukan pembelajaran ada beberapa anak yang tidak
 dipanggil maju ikut maju dan berdiri didepan menjadi guru
5)      Setelah mengetahui kelemahan dan kelebihan saya, maka apa yang akan saya lakukan untuk meningkatkan kualitas kegiatan pengembangan berikutnya ?
Jawab : Memperbaiki materi dan kreativitas agar hasil pembelajaran
maksimal pada anak, dan antusias mengikuti pembelajaran pada anak meningkat







HASIL REFLEKSI
SETELAH MELAKUKAN PEMBELAJARAN

Nama                           : EKO PURWANINGSIH     TK/KB/TPA    : Asri Lestari
NIM                            : 822303101                            Kelompok       : B      
Program studi              : S1 PG PAUD                       Pertemuan ke  : 5
UPBJJ                         : Purwokerto                           Siklus              : II

1)      Bagaimana reaksi anak terhadap proses pengembangan yang saya lakukan ?
Jawab : Sangat antusias, senang dalam pembelajaran
2)      Secara keseluruhan apa saja kelemahan saya dalam kegiatan pengembangan yang saya lakukan ?
Jawab : Kurangnya persiapan pembelajaran dan pengelolaaan kelas
3)      Secara keseluruhan apa saja kelebihan saya dalam pengembangan lakukan ?
Jawab : Melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan RKH,
menggunakan media yang berada dengan pembelajaran sebelumnya / bervariasi
4)      Hal-hal unik apa yang saya temui dalam kegiatan pengembangan ?
Jawab : Anak-anak mampu membaca dan berebut membaca dengan
 menggunakan media Big Book
5)      Setelah mengetahui kelemahan dan kelebihan saya, maka apa yang akan saya lakukan untuk meningkatkan kualitas kegiatan pengembangan berikutnya ?
Jawab : Melakukan pembelajaran yang lebih menarik, kreatif agaranak
  antusias dalam pembelajaran dan menggunakan alat peraga yang  
  menarik untuk anak.







B.     Pembahasan Tiap Siklus
Secara keseluruhan hasil penelitian tindakan kelas ini ada hasil yang positif. Hasil ini tampak pada kemampuan belajar anak maupun pada aktivitas menceritakan dalam membuat laporan pengamatan di obyek. Peningkatan yang terjadi pada kemampuan hasil belajar anak dapat disebabkan karena belajar lebih banyak, disebabkan karena belajar lebih banyak mengemukakan pendapat dari hasil pengamatan secara sistimatis dengan Big Book yang benar bersama dengan bimbingan guru secara teoritis memang dapat membantu dalam kegiatan pembelajaran tersebut dengan caranya sendiri, dengan teman atau anggota kelompok lain lebih saling terbuka, da nada rasa senang, ada rasa percaya diri yang meningkat terutama pada siklus yang ke – 2. Kondisi semacam ini akan mampu meningkatkan kegairahan belajar sehingga dapat meningkatkan kemampuan belajar.
Peningkatan pada aktivitas belajar, juga terjadi karena anak tidak merasa ada penekanan belajar melalui system yang benar dalam menceritakan anak merasa puas dengan hasil tulisannya, yang dipilihnya sendiri dari hasil pengamatannya. Apabila terjadi kekeliruan juga tidak segan-segan bertanya kepada temannya dendiri. Tidak ada rasa segan dan tidak ada tekanan secara psikologis sehingga belajar dapat berjalan sesuai dengan ketentuan membaca Big Book, oleh karena itu makna aktivitas belajar menjadi lebih alami, hidup dan sistimatis.
Hasil penelitian selama dilaksanakan tindakan di dalam kelas, dapat dipaparkan sebagai berikut :
1.      Pada siklus ke – 1 yang dilaksanakan pada hari Senin, 8 September 2014 sampai Jumat 12 September 2014. Diperoleh data akhir bahwa rata-rata skor aktivitas belajar mencapai 75 %. Peningkatan aktivitas belajar anak yang terjadi pada siklus ke – 1 sesuai data tersebut. Berarti ada peningkatan besar 16 % dari kondisi awal yang hanya 44 %.
Bila melihat perolehan data dari segi kemampuan belajar pada siklus ke – 1 juga menunjukkan bahwa pemanfaatan membaca permulaan dan pengenalan kata melalui Big Book dapat meningkatkan kemampuan belajar anak pada mata pelajaran membaca pada anak Kelompok B, PAUD KB ASRI LESTARI, Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Tahun 2014 – 2015 meskipun rata-rata kemampuan yang diperoleh baru sebesar 60,5 %. Bila dibandingkan dengan indicator kinerja maka peningkatan rata-rata kemampuan pada siklus ke – 1 ini mencapai kriteria sedang. Secara persentase, kenaikan rata-rata nilai dari kondisi awal berarti naik 16,5 % pada siklus ke – 1 ini.
2.      Pada siklus ke – 2 yang dilaksanakan pada Senin 15 September 2014 sampai Jumat, 19 September 2014, diperoleh data akhir bahwa rata-rata skor aktivitas belajar mencapai 87 %. Peningkatan aktivitas belajar anak yang terjadi pada siklus ke – 2 sesuai data tersebut, berarti ada peningkatan sebesar 16 % dari kondisi awal yang hanya 44 %. Bila dikomparasikan dengan hasil pada siklus ke – 1, berarti ada peningkatan sebesar 22 % dari kondisi awal yang hanya 44 %. Ini berarti melalui Big Book baik pada siklus ke – 1 maupun siklus ke – 2 dapat memberikan pengaruh positif terhadap semangat belajar anak. Perolehan data dari segi kemampuan belajar pada siklus ke – 2 menunjukkan bahwa penggunaan konsep Big Book dapat meningkatkan kemampuan belajar anak pada pelajaran membaca. Pernyataan tersebut mendasarkan pada rata-rata kemampuan yang diperoleh sebesar 82 % bila dibandingkan dengan indicator kinerja maka peningkatan rata-rata nilai pada siklus ke – 2 ini mencapai kriteria sedang, karena diantara 75 – 85.
Peningkatan aktivitas belajar dan kemampuan belajar pada siklus kedua semakin tinggi disebabkan karena : Anak telah mengenal cara membaca permulaan dan pengenalan kata melalui konsep Big Book. Anak mencari berdiskusi kelompok dengan antusias yang tinggi. Materi telah dibaca lebih dahulu dan sudah pernah dilakukan di siklus 1. Percaya diri anak meningkat, komunikasi berjalan dengan baik, karena membaca permulaan dan pengenalan kata dengan konsep Big Book menggunakan kerangka berpikir yang alami bersama teman tanpa tekanan. Untuk ketuntasan belajar anak dalam pembelajaran Bahasa tentang membaca permulaan dan pengenalan kata pada anak Kelompok B, PAUD KB Asri Lestari Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Tahun 2014 – 2015. Anak tuntas belajar pada siklus – 1, 11 anak tuntas berarti ada kenaikan 3 anak atau meningkat menjadi 60,5 %. Anak tuntas pada siklus – 2 menjadi 15 anak berarti ada peningkatan yang sangat baik yakni menjadi 82,5 % dari kondisi awal, hal ini telah dibuktikan melalui beberapa penjelasan baik melalui table, paparan maupun diagram pada masing-masing siklus dan perbandingan hasilnya secara keseluruhan.


























BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas tentang kemampuan membaca permulaan dan pengenalan kata melalui Big Book dapat meningkatkan kemampuan belajar pada anak Kelompok B, PAUD KB Asri Lestari, Desa Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Tahun 2014 – 2015, dapat disimpulkan sebagai berikut :

1.      Melalui media Big Book dapat meningkatkan aktivitas belajar membaca permulaan dan pengenalan kata melalui Big Book pada anak Kelompok B, PAUD KB Asri Lestari, Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.
2.      Memudahkan anak untuk menghafal huruf dan kata.
3.      Melalui media Big Book dapat meningkatkan kemampuan hasil belajar berbahasa tentang membaca dan pengenalan kata.

B.     Saran
Berdasarkan hasil penelitian kelas diatas, maka disarankan :
1.      Anak perlu meningkatkan kemampuan membaca permulaan dan pengenalan kata yang teratur dengan kerangka dan konsep yang benar.
2.      Guru sebaiknya meningkatkan kemampuan mengelola media-media yang bervariasi dan metode yang bervariatif.
3.      Anak akan merasa senang dengan pembelajaran berbahasa terutama menceritakan.
4.      Sekolah sebaiknya menyediakan beberapa buku sumber yang cukup dan bervariasi.
5.      Penggunaan media pembelajaran yang bervariasi dan peningkatan kreativitas guru.


DAFTAR PUSTAKA

Soegeng santoso, Dasar-dasar Pendidikan TK. Jakarta : Universitas Terbuka, 2011.

Nurbiana Dheni, dkk. Metode Pengembangan Bahasa. Jakarta : Universitas Terbuka, 2011.

Solehuddin M. Pembaharuan Pendidikan TK. Tanggerang Selatan : Universitas Terbuka, 2012.

Sri Tatminingsih. Panduan Pemantapan Kemampuan Profesional. Tanggerang Selatan : Universitas Terbuka, 2013.

IGAK Wardoni, Kuswaya Wihardit. Penelitian Tindakan Kelas. Tanggerang Selatan : Universitas Terbuka, 2013.

Udin S. Winataputra, dkk. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Universitas Terbuka, 2007

Siti Aisyah, dkk. Perkembangan dan  Konsep Dasar Pengembangan Anak Usia Dini. Tangerang Selatan : Universitas Terbuka, 2012

Siti Aisyah, dkk. Pembelajaran Terpadu. Tangerang Selatan : Universitas Terbuka, 2012

Yuliani Nurani Sujiono, dkk. Metode Pengembangan Kognitif. Jakarta : Universitas Terbuka, 2009

Ali Nugraha. Kurikulum dan Bahan Belajar TK. Jakarta : Universitas Terbuka, 2010
















LAMPIRAN














Lampiran 1.

BIODATA PENELITI

Nama                                       : Eko Purwaningsih
Tempat, Tanggal Lahir            : Cilacap, 21 Oktober 1982
Alamat                                                : Dusun Wanasri RT 09 RW 06
                                                  Desa Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi
                                                  Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah
NIM                                        : 822303101
Program studi                          : S1 PG PAUD
Tempat Mengajar                    : PAUD KB ASRI LESTARI
                                                  Jl. Samboja RT 05 RW 06
                                                  Desa Jeruklegi Wetan
                                                  Kecamatan Jeruklegi
                                                  Kabupaten Cilacap
















Lampiran 2
Surat Kesediaan Berperan Sebagai
Supervisor 2 dalam Penyelenggaraan PKP

Kepala
Kepala UPBJJ Purwokerto
Di Purwokerto

Yang bertanda tangan di bawah ini, menerangkan bahwa :
Nama                                : Wahyu Tri Utama
NIP                                  : -
Tempat Mengajar             : PAUD KB Asri Lestari
Alamat Sekolah                : Jl. Samboja RT 09 RW 06 Desa Jeruklegi Wetan
                                           Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap
Telepon                            : 085647818160

Menyatakan bersedia berperan sebagai supervisor 2 dalam pelaksanaan PKP atas nama :
Nama                                : Eko Purwaningsih
NIP                                  : 822303101
Tempat Mengajar             : S1 PG PAUD
Alamat Sekolah                : Jl. Samboja RT 09 RW 06 Desa Jeruklegi Wetan
                                           Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap
Telepon                            : 085647818160

Demikian agar surat pernyataan ini dapat digunakan sebagaimana mestinya.





Mengetahui
Kepala PAUD KB Asri Lestari



MUSLIMAH, S. Pd
NIP. 1960 07042006 2 001
 

Cilacap, 10 Oktober 2014
Supervisor 2



WAHYU TRI UTAMI, S.Pd
      NIP.  
 

 






Lampiran 3
Surat Kesediaan Berperan Sebagai
Penilai dalam Penyelenggaraan PKP

Kepada
Kepala UPBJJ Purwokerto
Di Purwokerto

Yang bertanda tangan di bawah ini, menerangkan bahwa :
Nama                                : Muslimah, S.Pd
NIP                                  : 1960 0704200604 2 001
Tempat Mengajar             : PAUD KB Asri Lestari
Alamat Sekolah                : Jl. Samboja RT 09 RW 06 Desa Jeruklegi Wetan
                                           Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap
Telepon                            : 085647818160

Menyatakan bersedia berperan sebagai penilai pelaksanaan PKP atas nama :
Nama                                : Eko Purwaningsih
NIM                                 : 822303101
Program Studi                  : S1 PG PAUD
Tempat Mengajar             : PAUD KB Asri Lestari
Alamat Sekolah                : Jl. Samboja RT 09 RW 06 Desa Jeruklegi Wetan
                                           Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap
Telepon                            : 085647818160

Demikian agar surat pernyataan ini dapat digunakan sebagaimana mestinya.






Cilacap, 10 Oktober 2014
Penilai



MUSLIMAH, S. Pd
NIP. 1960 0704200604 2 001
 

Mengetahui
Kepala PAUD KB Asri Lestari



MUSLIMAH, S. Pd
NIP. 1960 0704200604 2 001
 

 






Lampiran 4































Lampiran 5
FOTO DOKUMENTASI SIKLUS I






FOTO DOKUMENTASI SIKLUS II




Lampiran 6
JURNAL KEGIATAN PKP

Nama Mahasiswa                    : EKO PURWANINGSIH
Mengajar di TK/KB                : KB ASRI LESTARI JERUKLEGI
Judul Perbaikan Kegiatan       : Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan
  dan Pengenalan Kata   Melalui Media Big Book
  Kelompok B di PAUD KB Asri Lestari Jeruklegi
  Wetan Kecamatan Jeruklegi Kabupaten Cilacap

No
Hari ke / Tanggal
Kegiatan Pembimbingan
Hasil / Komentar
Tindak Lanjut
Paraf
Mahasiswa
Supervisor 2
1
24/08/2014
Pengajuan Judul
ACC



2
31/08/2014
Pengajuan BAB I
ACC



3
07/09/2014
Pengajuan BAB II

Revisi BAB I


4
14/09/2014
Pengajuan BAB II
ACC
Lanjut BAB III


5
21/09/2014
Pengajuan BAB III

Revisi II


6
28/09/2014
Pengajuan BAB III
ACC
Lanjut BAB IV


7
05/10/2014
Pengajuan BAB IV
ACC
Lanjut BAB V dan lampiran


8
12/10/2014
Pengajuan BAB V dan Lampiran
ACC




Mengetahui
Supervisor I



RUSMININGSIH, S.Pd.M.Pd
NIP. 19611110 198012 2 005
No._A:
24 Agustus 2014
Supervisor 2



WAHYU TRI UTAMI, S.Pd
NIP.
No._A: